{"id":21810,"date":"2024-05-22T04:22:52","date_gmt":"2024-05-22T04:22:52","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=21810"},"modified":"2024-05-22T04:22:52","modified_gmt":"2024-05-22T04:22:52","slug":"pemerintah-dorong-investasi-ke-sektor-pengetahuan-di-wwf-ke-10","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2024\/05\/22\/pemerintah-dorong-investasi-ke-sektor-pengetahuan-di-wwf-ke-10\/","title":{"rendered":"Pemerintah Dorong Investasi ke Sektor Pengetahuan di WWF ke-10"},"content":{"rendered":"<p>BALI \u2014 Pemerintah Republik Indonesia (RI) terus mendorong terwujudnya investasi ke sektor pengetahuan bagi peningkatan pariwisata Bali di ajang WWF ke-10.<\/p>\n<p>Dirjen Kemendikbudristek, Hilman Farid mengatakan bahwa adanya investasi pada ilmu pengetahuan, riset dan juga preservasi memang sangat penting utamanya bagi keberlanjutan sektor pariwisata.<\/p>\n<p>Karena dengan adanya investasi pada hal-hal tersebut, maka mampu semakin mengembangkan keberlanjutan dan kualitas bagi pariwisata di Bali.<\/p>\n<p>&#8220;Untuk mengembangkan sustainable dan quality tourism, ada syarat yang harus dipenuhi,\u201d kata Hilman.<\/p>\n<p>Menyadari bagaimana pentingnya hal itu, maka pemerintah terus mendorong adanya investasi bagi pariwisata ke arah ilmu pengetahuan, riset dan preservasi.<\/p>\n<p>&#8220;Kalau misalnya sekarang investment di Bali ini untuk mendukung sektor kepariwisataan, justru diarahkan pada SDM pengetahuan dan seterusnya,\u201d jelas Dirjen Kemendikbudristek itu.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, Hilman mengungkapkan bahwa terjadinya pengembangan pada kualitas sumber daya manusia (SDM) jelas sangat penting untuk memastikan adanya keberlanjutan pariwisata.<\/p>\n<p>\u201cIni adalah jalan yang sangat penting untuk memastikan keberlanjutan pariwisata di masa mendatang bisa berjalan,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Untuk benar-benar bisa melestarikan sektor pariwisata, maka harus ditentukan dengan tipe investasi yang diperlukan sesuai dengan karakteristik daerah.<\/p>\n<p>&#8220;Menurut hemat saya investasi ke pengetahuan, research, sains untuk mendukung terjadinya keberlanjutan pariwisata sangat krusial buat kita,&#8221; ujar Hilman.<\/p>\n<p>Sehingga menurutnya apabila investasi masih saja digencarkan pada hal-hal yang berkaitan dengan fisik saja, sebenarnya bukan menjadi upaya yang bijak.<\/p>\n<p>Oleh karenanya kemudian saat ini pemerintah sudah tidak lagi mematok tolok ukur akan keberhasilan pariwisata dengan upaya mendatangkan orang berjumlah banyak saja.<\/p>\n<p>Pasalnya, jika hal demikian terus terjadi, maka bukan tidak mungkin akan terus berpotensi untuk menggerus kearifan lokal dari masyarakat.<\/p>\n<p>Bukan tanpa alasan, pasalnya menurut Dirjen Kemendikbudristek itu kearifan lokal masyarakat mampu tergerus karena perkembangan industri serta tekanan penduduk yang semakin banyak.<\/p>\n<p>Terlebih, sempat terjadi bahwa di Bali saat ini generasi mudanya semakin sedikit untuk yang mau menjadi seorang petani.<\/p>\n<p>&#8220;Tadi dalam forum dibilang semakin sedikit anak di Bali yang mau jadi petani dan salah satunya karena prospek yang lemah. Kalau tidak diselamatkan cepat-cepat, ini akan tergerus habis,&#8221; pungkas Hilman.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BALI \u2014 Pemerintah Republik Indonesia (RI) terus mendorong terwujudnya investasi ke sektor pengetahuan bagi peningkatan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":21811,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-21810","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21810","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=21810"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21810\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":21812,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21810\/revisions\/21812"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/21811"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21810"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21810"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=21810"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=21810"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}