{"id":21917,"date":"2024-05-24T06:25:28","date_gmt":"2024-05-24T06:25:28","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=21917"},"modified":"2024-05-24T06:25:30","modified_gmt":"2024-05-24T06:25:30","slug":"deklarasi-menteri-jadi-bukti-konkret-diplomatic-victory-indonesia-di-wwf-ke-10","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2024\/05\/24\/deklarasi-menteri-jadi-bukti-konkret-diplomatic-victory-indonesia-di-wwf-ke-10\/","title":{"rendered":"Deklarasi Menteri Jadi Bukti Konkret Diplomatic Victory Indonesia di WWF ke-10"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bali \u2013 Indonesia telah sukses menggelar Pertemuan World Water Forum (WWF) ke -10 di Bali yang mengusung tema utama \u201cWater for Shared Prosperity\u201d. Tidak hanya sukses menggelar acara bertaraf internasional, Indonesia juga berhasil mendorong sejumlah kerja sama konkret.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu keberhasilan tersebut yaitu dengan mengesahkan Deklarasi Menteri sebagai hasil konkret Diplomatic Victory bagi Indonesia. Deklarasi tersebut telah disahkan di akhir Pertemuan Tingkat Menteri WWF Ke-10 yang dihadiri oleh 106 negara dan 27 Organisasi Internasional.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa dalam deklarasi tersebut, Indonesia mengusung tiga prioritas. Pertama, pengusulan Hari Danau Sedunia (World Lake Day). Pengusulan peringatan Hari Danau Sedunia ini tidak sekadar simbolis saja melainkan dinilai sebagai kunci menjaga danau.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cDanau merupakan sumber pasokan air yang menghidupi manusia sekaligus memiliki fungsi sosial dan ekonomi masyarakat. Peringatan Hari Danau Sedunia ini tidak hanya sekadar simbolis, namun sebagai salah satu kunci utama untuk menjaga kelestarian danau di seluruh dunia,\u201d kata Basuki Hadimuljono.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kedua, pendirian Center of Excellence untuk ketahanan air dan iklim.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cSebagai negara kepulauan, Indonesia wajib berada di garda terdepan untuk mendorong inovasi dalam pengelolaan air dan sanitasi. Melalui pendirian Center of Excellence akan dapat mengembangkan kapasitas, knowledge sharing, dan pemanfaatan fasilitas yang unggul,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain itu, capaian lainnya pada Forum ini adalah berhasilnya Indonesia menyusun daftar proyek terkait air.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cIndonesia telah berhasil menyusun daftar proyek terkait air yang menjadi andalan dari berbagai negara. Sebanyak 113 proyek senilai 9,4 Miliar USD, di antaranya terdapat proyek percepatan penyediaan air minum bagi 3 juta rumah tangga dan proyek pengelolaan air limbah domestik bagi 300 ribu rumah tangga,\u201d imbuh Luhut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cBerbagai proyek besar ini tentunya akan sangat memberikan manfaat dan dampak besar bagi masyarakat di berbagai negara,\u201d terang Menteri PUPR<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara itu, Staf Khusus Menteri PUPR Bidang Sumber Daya Air, Firdaus Ali mengatakan bahwa beban masyarakat dalam menghadapi krisis air akan semakin berat, maka dari itulah WWF Ke-10 hadir untuk memberikan solusi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cBeban populasi akibat krisis iklim akan memperburuk situasi ke depan. Makanya, kita siapkan forum di Bali ini dengan segala kepercayaan dan keyakinan, apa yang dibicarakan di Bali muncul solusi yang konkret,\u201d ujar Firdaus Ali.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\" \/>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bali \u2013 Indonesia telah sukses menggelar Pertemuan World Water Forum (WWF) ke -10 di Bali&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":21806,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-21917","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21917","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=21917"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21917\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":21918,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21917\/revisions\/21918"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/21806"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21917"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21917"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=21917"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=21917"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}