{"id":22453,"date":"2024-06-21T01:05:19","date_gmt":"2024-06-21T01:05:19","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=22453"},"modified":"2024-06-21T01:05:20","modified_gmt":"2024-06-21T01:05:20","slug":"staf-khusus-dewan-bpip-sebut-amn-sebagai-wadah-kaderisasi-generasi-muda-menuju-indonesia-emas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2024\/06\/21\/staf-khusus-dewan-bpip-sebut-amn-sebagai-wadah-kaderisasi-generasi-muda-menuju-indonesia-emas\/","title":{"rendered":"Staf Khusus Dewan BPIP Sebut AMN sebagai Wadah Kaderisasi Generasi Muda menuju Indonesia Emas"},"content":{"rendered":"\n<p>Jakarta \u2013 Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) menjadi wadah kaderisasi untuk mempersiapkan para pemimpin ke depan menuju Indonesia Emas 2045. Dengan memilih anak-anak terbaik dari seluruh wilayah nusantara maka akan terjadi regenerasi seorang leader berkarakter yang mencintai budaya dan tanah airnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal tersebut dikatakan Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Romo Benny Susetyo, saat wawancara dengan salah satu stasiun radio swasta di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cDi AMN para mahasiswa dapat mempelajari banyak hal, seperti beretorika, berorganisasi, membangun argumentasi dan opini publik. Sehingga AMN tidak hanya menjadi tempat istirahat, namun juga berkegiatan untuk memperkaya wawasan,\u201d kata Romo Benny.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam kesempatan tersebut, Romo Benny juga menjelaskan bahwa pembangunan AMN di Manado sangat ideal, karena nantinya tidak hanya diisi oleh mahasiswa dari Manado, tetapi juga wilayah lain di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cJika ingin membangun Indonesia yang majemuk, kolaborasi melalui pendidikan bercirikan inklusif seperti ini sangat dibutuhkan, agar kualitas SDM yang berkarakter pun ikut meningkat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Dirinya menyebutkan bahwa dalam rangka mempersiapkan pemimpin masa depan, dibutuhkan peran penting asrama yang lintas agama dan lintas kultur.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cDi dalam asrama akan ditanamkan pendidikan karakter dan kedisiplinan, serta pembentukan jiwa nasionalisme. Sehingga, perbedaan agama, budaya, dan etnis justru akan semakin memperkaya satu sama lain,\u201d tutur Romo Benny<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan demikian, lanjut Romo Benny, dapat tercipta pemimpin masa depan yang bertindak lokal dan berpikir global.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut Romo Benny, AMN Manado bisa menjadi kawah candradimuka bagi anak-anak muda generasi penerus bangsa sehingga harus semakin banyak dibangun asrama-asrama yang tidak hanya yang khusus, tetapi juga inklusif.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMahasiswa dapat memahami dan menerima budaya serta kultur yang berbeda. Hal tersebut akan mendorong terbentuknya satu komitmen bersama,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam konteks sebagai wadah pemersatu bangsa, AMN dapat meningkatkan ikatan persaudaraan karena ada penguatan nilai-nilai Pancasila, kewarganegaraan, wawasan kebangsaaan, serta penekanan untuk cinta pada bangsa dan negara. Apalagi waktu yang ditempuh mahasiswa di asrama cukup lama. Ditambah dengan keterampilan yang terus diasah selama di asrama, maka akan tercipta SDM berkualitas.<\/p>\n\n\n\n<p>AMN bisa menjadi wadah kaderisasi untuk mempersiapkan para pemimpin ke depan menuju Indonesia Emas 2045. Di AMN para mahasiswa dapat mempelajari banyak hal, seperti beretorika, berorganisasi, membangun argumentasi dan opini publik. Sehingga AMN tidak hanya menjadi tempat istirahat, namun juga berkegiatan untuk memperkaya wawasan. [-red]<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta \u2013 Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) menjadi wadah kaderisasi untuk mempersiapkan para pemimpin ke depan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":22454,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-22453","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22453","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=22453"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22453\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":22455,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22453\/revisions\/22455"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/22454"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=22453"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=22453"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=22453"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=22453"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}