{"id":22463,"date":"2024-06-21T01:13:54","date_gmt":"2024-06-21T01:13:54","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=22463"},"modified":"2024-06-21T01:13:56","modified_gmt":"2024-06-21T01:13:56","slug":"tokoh-muda-ntt-pentingnya-pendidikan-politik-dan-partisipasi-aktif-masyarakat-dalam-pilkada-2024","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2024\/06\/21\/tokoh-muda-ntt-pentingnya-pendidikan-politik-dan-partisipasi-aktif-masyarakat-dalam-pilkada-2024\/","title":{"rendered":"Tokoh Muda NTT: Pentingnya Pendidikan Politik dan Partisipasi Aktif Masyarakat Dalam Pilkada 2024"},"content":{"rendered":"\n<p>Kupang \u2014 Dalam menyukseskan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 dibutuhkan adanya partisipasi aktif dan peningkatan pendidikan politik di masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p>Adanya pendidikan politik dan partisipasi aktif masyarakat tersebut merupakan hal yang sangat penting dan tidak bisa dipandang sebelah mata dalam menyukseskan Pilkada 2024.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketua Umum Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah NTT, Tita Nandita Oktaviani menuturkan bahwa masyarakat perlu terlibat secara aktif dalam Pilkada.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMasyarakat perlu terlibat secara aktif dalam diskusi terbuka mengenai isu-isu penting yang dihadapi oleh daerahnya. Sehingga keputusan dalam pemilihan dapat didasarkan pada pemahaman yang kuat akan masalah-masalah tersebut,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurutnya, dengan tingkat partisipasi aktif yang tinggi, menjadikan pengawasan terhadap berjalannya seluruh proses pesta demokrasi juga lebih baik, sehingga mencegah adanya pelanggaran.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSelain itu, pengawasan terhadap jalannya kampanye juga perlu ditingkatkan juga mencegah adanya pelanggaran dan kecurangan yang dapat merusak integritas dari proses demokrasi di Indonesia,\u201d ungkap Tita.<\/p>\n\n\n\n<p>Tatkala masyarakat lebih paham mengenai hak dan kewajiban mereka dalam berdemokrasi, tentu akan meningkatkan tingkat efektivitas pengawasan dan mendorong pembangunan yang memicu kemajuan daerah.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPentingnya pendidikan politik dan partisipasi aktif masyarakat tidak bisa dipandang sebelah mata dalam menyukseskan Pilkada Serentak 2024,\u201d jelas Ketum IPM NTT itu.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPemahaman yang lebih baik tentang hak dan kewajiban dalam demokrasi berpotensi mematangkan masyarakat agar dapat lebih efektif dalam mengawasi kinerja para pemimpin yang akan terpilih dan mendorong terwujudnya pembangunan yang inklusif dan berkemajuan,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Senada, Ketua Lembaga Peduli Masyarakat Timor Indonesia, Mariano Parada menjelaskan bahwa keterlibatan atau partisipasi aktif dari generasi muda dalam Pilkada menjadi hal sangat penting.<\/p>\n\n\n\n<p>Bukan tanpa alasan, pasalnya di tangan para pemilih muda itu kunci perubahan nyata akan terwujud.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cUntuk teman-teman pemuda atau kaum milenial, terutama pemilih pemula, saya sampaikan bahwa partisipasi Anda dalam Pilkada 2024 adalah kunci perubahan nyata,\u201d ungkap Mariano.<\/p>\n\n\n\n<p>Apabila anak muda menggunakan hak suara mereka secara aktif, maka bukan tidak mungkin akan menentukan arah masa depan daerah dan negara ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Termasuk pula, di tangan pemuda, mampu memastikan siapa pemimpin yang akan memimpin dan mereka yang benar-benar mampu mewakili aspirasi rakyatnya.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cDengan menggunakan hak suara Anda, Anda dapat menentukan masa depan daerah dan negara kita, serta memastikan bahwa kepemimpinan yang terpilih nanti adalah kehendak kita dan dipercayakan untuk benar-benar mewakili aspirasi dan harapan kita semua,\u201d jelasnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kupang \u2014 Dalam menyukseskan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 dibutuhkan adanya partisipasi aktif dan peningkatan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":22464,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-22463","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22463","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=22463"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22463\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":22467,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22463\/revisions\/22467"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/22464"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=22463"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=22463"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=22463"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=22463"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}