{"id":22539,"date":"2024-06-24T14:32:26","date_gmt":"2024-06-24T14:32:26","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=22539"},"modified":"2024-06-24T14:32:28","modified_gmt":"2024-06-24T14:32:28","slug":"dob-papua-meningkatkan-kualitas-generasi-muda-papua","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2024\/06\/24\/dob-papua-meningkatkan-kualitas-generasi-muda-papua\/","title":{"rendered":"DOB Papua Meningkatkan Kualitas Generasi Muda Papua"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Papua \u2014 Adanya Daerah Otonomi Baru (DOB) di Papua memberikan banyak kesempatan hingga kemajuan bagi anak-anak muda Papua. Para generasi muda di sana tentunya bisa mendapatkan banyak ilmu dan pengetahuan dalam meningkatkan keterampilan mereka serta, dapat meraih dan menggapai banyak hal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Intelektual Muda Papua, Arman Wakum mengatakan bahwa DOB Papua dengan menambahkan empat Provinsi baru bisa memberikan kesempatan dan kualitas hidup yang baik bagi pemuda-pemudi Papua.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cDengan adanya DOB di Tanah Papua, menurut saya akan banyak kemajuan yang akan diperoleh khususnya bagi anak-anak muda, karena terbukanya kesempatan bagi mereka. Contohnya adalah terbukanya kesempatan pekerjaan, pendidikan, karya-karya atau kerja-kerja kreatif, dan potensi lainnya yang bisa dikembangkan oleh anak-anak muda,\u201d ujar Arman Wakim.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cSaya berharap dengan adanya DOB, banyak anak muda yang akan berdiri dan berkarya di sana. Tidak hanya di satu bidang saja, tetapi di banyak bidang seperti ekonomi, pendidikan, budaya, dan pariwisata. Saya juga berharap anak-anak muda Papua yang memiliki potensi bisa direkrut atau diajak oleh Pemerintah untuk bersama-sama memajukan Bumi Cenderawasih,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lebih lanjut, Arman Wakum mengatakan bahwa resistensi anak muda di wilayah DOB Papua bisa mendatangkan banyak manfaat maupun keuntungan bagi Tanah Papua. Kolaborasi dari berbagai pihak pun dinilai penting dalam mengembangkan dan memajukan Papua.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cAda satu hal lagi yang penting yaitu kolaborasi, baik kolaborasi antar anak muda ataupun dengan sesama Orang Asli Papua (OAP), serta berkolaborasi dengan teman-teman dari daerah lain (non-Papua) yang memiliki ide untuk bertukar masukan dan gagasan terkait kemajuan Tanah Papua. Kata kuncinya di sini adalah anak-anak muda harus memiliki banyak ide dan mau untuk mengeksekusi, sehingga dampaknya akan luar biasa,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di kesempatan yang sama, Arman Wakum mengajak kepada semua pemuda-pemudi khususnya pemuda-pemudi Papua untuk memanfaatkan waktu yang ada agar terus semangat mengemban Pendidikan guna memajukan Papua.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cSaya berpesan kepada semua anak-anak muda Papua untuk rajin belajar dan sekolah, serta memanfaatkan waktu yang ada untuk berkarya dan menyalurkan berbagai macam ide kreatif dalam bidang apapun seperti seni, musik, fashion, makanan, dan sebagainya. Dengan ide, kerja keras, disipin, dan tanggung jawab kita bisa meraih cita-cita. Papua juga akan menjadi wilayah terus maju ke depannya,\u201d tutupnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Papua \u2014 Adanya Daerah Otonomi Baru (DOB) di Papua memberikan banyak kesempatan hingga kemajuan bagi&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":22542,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-22539","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22539","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=22539"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22539\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":22543,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22539\/revisions\/22543"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/22542"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=22539"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=22539"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=22539"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=22539"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}