{"id":23636,"date":"2024-07-22T04:24:40","date_gmt":"2024-07-22T04:24:40","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=23636"},"modified":"2024-07-22T04:24:42","modified_gmt":"2024-07-22T04:24:42","slug":"dpr-ri-siap-gelar-indonesia-pacific-parliamentary-partnership-ke-2-di-jakarta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2024\/07\/22\/dpr-ri-siap-gelar-indonesia-pacific-parliamentary-partnership-ke-2-di-jakarta\/","title":{"rendered":"DPR RI Siap Gelar Indonesia-Pacific Parliamentary Partnership ke-2 di Jakarta"},"content":{"rendered":"\n<p>Jakarta &#8211; DPR RI akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Indonesia-Pacific Parliamentary Partnership (IPPP) ke-2, yang bakal digelar di Jakarta pada 24-26 Juli 2024. Acara ini bertujuan untuk membangun konektivitas antara DPR RI dengan parlemen negara-negara Pasifik melalui berbagai kerja sama.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Fadli Zon, menyebutkan bahwa tujuh parlemen negara Pasifik telah mengonfirmasi kehadiran mereka dalam acara regional ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Fadli Zon menjelaskan bahwa forum ini pertama kali diselenggarakan pada tahun 2018. Namun, karena pandemi Covid-19, terdapat penundaan, ditambah lagi dengan DPR RI menjadi tuan rumah IPU pada tahun 2022.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Oleh karena itu, baru sekarang kita bisa melaksanakan pertemuan yang kedua ini, dan kita berharap akan ada partisipasi yang tinggi dan aktif dari parlemen negara-negara Pasifik,&#8221; ujarnya saat ditemui di Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta.<\/p>\n\n\n\n<p>Pertemuan IPPP ini akan membahas isu-isu terkait Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals\/SDGs) yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup di Indonesia, negara-negara Asia Pasifik, dan dunia.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, acara ini juga akan merumuskan konsep pemeliharaan Sumber Daya Alam (SDA) di masing-masing negara untuk kepentingan bersama, dalam rangka menghadapi tantangan seperti perubahan iklim dan ketahanan pangan.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Pertemuan ini penting untuk menyelesaikan tantangan sekarang seperti perubahan iklim dan ketahanan pangan,&#8221; ucap Fadli Zon.<\/p>\n\n\n\n<p>Tema IPPP ke-2 adalah &#8220;Partnership for Prosperity: Fostering Regional Connectivity and Inclusive Development.<\/p>\n\n\n\n<p>Diharapkan, hasil dari pertemuan ini akan menjadi masukan berharga bagi The 53rd Pacific Islands Forum Leaders Meeting yang akan diadakan di Tonga pada 26-30 Agustus 2024.<\/p>\n\n\n\n<p>BKSAP DPR RI juga memberi perhatian pada perkembangan ekonomi hijau dengan berfokus pada kesejahteraan masyarakat, yang berdampak pada peningkatan keterampilan SDM dan pemanfaatan SDA secara berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n<p>Fadli Zon menuturkan bahwa pertemuan IPPP pertama kali diadakan pada tahun 2018, menjadi pintu pembuka hubungan antara parlemen Indonesia dan negara-negara Pasifik.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Forum ini akan membuka dialog dan komunikasi antar negara di kawasan Pasifik, penting bagi kepentingan nasional kita,&#8221; tambahnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketua DPR RI, Puan Maharani, dalam pidatonya pada rapat paripurna penutupan masa persidangan V Tahun Sidang 2023-2024, menyatakan bahwa forum ini bertujuan untuk mengembangkan kemitraan di berbagai bidang, termasuk konektivitas dan maritim, dengan negara-negara di kawasan Pasifik. Ia mengharapkan partisipasi yang tinggi dan aktif dari parlemen negara-negara Pasifik dalam IPPP ke-2 ini.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cForum ini bertujuan untuk mengembangkan kemitraan di berbagai bidang, termasuk konektivitas dan maritim, dengan negara-negara di kawasan Pasifik,\u201d kata Puan dalam pidatonya pada rapat paripurna penutupan masa persidangan V Tahun Sidang 2023-2024, di Gedung Nusantara II, DPR RI.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta &#8211; DPR RI akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Indonesia-Pacific Parliamentary Partnership (IPPP) ke-2, yang&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":23641,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-23636","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23636","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=23636"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23636\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":23643,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23636\/revisions\/23643"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/23641"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=23636"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=23636"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=23636"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=23636"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}