{"id":23726,"date":"2024-07-23T07:05:23","date_gmt":"2024-07-23T07:05:23","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=23726"},"modified":"2024-07-23T07:05:26","modified_gmt":"2024-07-23T07:05:26","slug":"perkuat-kerja-sama-parlemen-dengan-negara-pasifik-indonesia-bakal-gelar-sidang-ippp-kedua","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2024\/07\/23\/perkuat-kerja-sama-parlemen-dengan-negara-pasifik-indonesia-bakal-gelar-sidang-ippp-kedua\/","title":{"rendered":"Perkuat kerja sama Parlemen Dengan Negara Pasifik, Indonesia Bakal Gelar Sidang IPPP Kedua"},"content":{"rendered":"\n<p>Jakarta \u2013 Dewan Perwakilan Rakyat menyatakan kesiapannya menggelar Indonesia-Pacific Parliamentary Partnership (IPPP) ke-2 atau forum pertemuan tingkat parlemen Indonesia dan negara pasifik<\/p>\n\n\n\n<p>Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Fadli Zon mengungkapkan Forum IPPP pertama kali diselenggarakan pada 2018. Namun pertemuan lanjutan tersebut sempat terkendala Covid-19 hingga DPR RI yang menjadi Tuan Rumah IPU 2022.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cJadi baru sekarang bisa kita laksanakan pertemuan yang kedua ini dan kita berharap akan ada partisipasi yang cukup tinggi dan aktif dari Parlemen negara-negara pasifik,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Ia menambahkan sejumlah negara telah mengonfirmasi kehadirannya dan rencananya akan disusul oleh negara-negara pasifik lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKetua-ketua parlemen mereka juga beberapa sudah konfirmasi akan hadir, termasuk kita mengundang kedutaan besar dari negara pasifik yang ada disini yaitu Papua Nugini dan Fiji,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Dirinya meyakini Sidang IPPP Kedua tahun 2024 ini akan menjadi sebuah forum yang terbuka. Sebab, pertemuan ini akan membuka dialog dan komunikasi antara Indonesia dan negara-negara pasifik, khususnya terkait isu Papua.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Sebagian besar kita sudah mengenal mereka. Sehingga jika ada isu-isu yang terkait, misalnya tentang situasi di Papua dan lain-lain kita bisa menjelaskan dengan gamblang. Tentu saja (forum) ini penting bagi kepentingan nasional kita\u201d pungkasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam kesempatan berbeda, Fadli mengungkapkan sidang IPPP Ke-2 ini bertujuan membahas beragam isu terkait tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development goal\/SDGS. Termasuk juga, ancaman perubahan iklim dan isu lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cJadi, kerja sama untuk kesejahteraan, terutama bagaimana konektivitas regional di pasifik ini, termasuk juga bagaimana membuka pembangunan yang lebih inklusif ke depan. Jadi, tentu pembicaraannya terkait dengan SDGs dan potensi-potensi apa yang bisa dilakukan antara Indonesia dan negara-negara pasifik,\u201d tutur Ketua BKSAP DPRI RI itu.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebelumnya, Ketua DPR Puan Maharani menjelaskan IPPP miliki tujuan positif di berbagai bidang. Termasuk konektivitas dan maritim.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cForum ini bertujuan untuk mengembangkan kemitraan di berbagai bidang, termasuk konektivitas dan maritim, dengan negara-negara di kawasan Pasifik,\u201d kata Puan.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai informasi, pelaksanaan IPPP kedua akan dilaksanakan pada 24-26 Juli 2024 di Jakarta. Indonesia rencananya akan mengundang belasan negara dari kawasan pasifik.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta \u2013 Dewan Perwakilan Rakyat menyatakan kesiapannya menggelar Indonesia-Pacific Parliamentary Partnership (IPPP) ke-2 atau forum&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":23728,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-23726","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23726","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=23726"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23726\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":23729,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23726\/revisions\/23729"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/23728"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=23726"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=23726"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=23726"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=23726"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}