{"id":2406,"date":"2022-02-22T14:04:38","date_gmt":"2022-02-22T14:04:38","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=2406"},"modified":"2022-02-22T14:04:39","modified_gmt":"2022-02-22T14:04:39","slug":"apa-syarat-pasien-omicron-sembuh-ini-syaratnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2022\/02\/22\/apa-syarat-pasien-omicron-sembuh-ini-syaratnya\/","title":{"rendered":"Apa Syarat Pasien Omicron Sembuh? Ini Syaratnya"},"content":{"rendered":"\n<p>Jakarta, jurnalredaksi&#8211; Penularan varian Covid-19 Omicron masih menjadi ancaman di berbagai negara, termasuk di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n<p>Berbeda varian Covid, berbeda pula masa sembuh dan isolasinya. Seperti diketahui, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menetapkan masa isolasi mandiri bagi pasien Covid-19 yang terpapar varian Omicron di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketentuan itu termaktub dalam Surat Edaran Menteri Kesehatan RI Nomor HK.02.01\/MENKES\/18\/2022 tentang Pencegahan dan Pengendalian Kasus Covid-19 Varian Omicron yang diteken Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.<\/p>\n\n\n\n<p>Berikut ini adalah kriteria pasien Covid-19 Omicron dinyatakan selesai isolasi mandiri (isoman) atau sembuh, menurut Kemenkes:<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Pasien Bergejala &#8211; Isolasi 10 Hari<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Bagi kasus Covid-19 varian Omicron yang tidak bergejala atau asimptomatik, isolasi dilakukan minimal 10 hari sejak pengambilan spesimen diagnosis konfirmasi positif Covid-19 varian Omicron.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Pasien Bergejala &#8211; Isolasi Minimal 13 Hari<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Sementara, pada kasus konfirmasi Covid-19 dengan gejala, isolasi dilakukan selama 10 hari sejak muncul gejala ditambah dengan sekurang-kurangnya tiga hari bebas gejala demam dan gangguan pernapasan. Dengan demikian, untuk kasus-kasus yang mengalami gejala selama 10 hari atau kurang harus menjalani isolasi dengan durasi minimal 13 hari.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Syarat Percepatan Isolasi<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Jika pasien ingin melakukan percepatan isolasi, pada kasus konfirmasi Covid-19 yang sudah mengalami perbaikan klinis pada saat isoman atau isoter (isolasi terkendali) dapat dilakukan pemeriksaan NAAT (metode deteksi molekuler) termasuk pemeriksaan RT-PCR pada hari ke-5 dan ke-6 dengan selang waktu pemeriksaan 24 jam.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika hasil negatif atau CT&gt;35 2 kali berturut turut, maka dapat dinyatakan selesai isolasi\/sembuh. Pembiayaan untuk pemeriksaan ini dilakukan secara mandiri.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada kasus konfirmasi Covid-19 yang sudah mengalami perbaikan klinis pada saat isoman atau isoter akan tetapi tidak dilakukan pemeriksaan NAAT termasuk pemeriksaan RT-PCR pada hari ke-5 dan ke-6 dengan selang waktu 24 jam, maka pasien harus melakukan isolasi sebagaimana ketentuan kriteria selesai isolasi\/sembuh.<\/p>\n\n\n\n<p>(CA\/AA)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta, jurnalredaksi&#8211; Penularan varian Covid-19 Omicron masih menjadi ancaman di berbagai negara, termasuk di Tanah&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":2407,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[12],"tags":[81,675],"newstopic":[],"class_list":["post-2406","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ekonomi-dan-investasi","tag-omicron","tag-sembuh"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2406","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2406"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2406\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2408,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2406\/revisions\/2408"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2407"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2406"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2406"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2406"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=2406"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}