{"id":24688,"date":"2024-08-21T05:50:34","date_gmt":"2024-08-21T05:50:34","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=24688"},"modified":"2024-08-21T05:50:36","modified_gmt":"2024-08-21T05:50:36","slug":"jadi-wadah-pengembangan-sdm-knpi-sulut-dukung-pembangunan-amn","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2024\/08\/21\/jadi-wadah-pengembangan-sdm-knpi-sulut-dukung-pembangunan-amn\/","title":{"rendered":"Jadi Wadah Pengembangan SDM, KNPI Sulut Dukung Pembangunan AMN"},"content":{"rendered":"\n<p>Manado \u2013 Wakil Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi Utara Bidang Pendidikan, Riset, dan Teknologi, Doni B. Utina menegaskan dukungannya terhadap pembangunan&nbsp; Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) di Manado, Sulawesi Utara. Menurutnya AMN di Manado menjadi solusi konkret untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Doni juga menjelaskan pentingnya penguatan peran pemuda yang tidak saja sebagai pengawas sosial, namun juga beragam aspek lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSDM muda memiliki peran penting dalam kehidupan sosial dan bernegara di mana mereka dapat berfungsi sebagai kekuatan moral pengawas sosial dan agen perubahan di berbagai aspek pembangunan nasional,\u201d katanya di Manado.<\/p>\n\n\n\n<p>Karena itu, Doni memandang bahwa peningkatan kualitas pendidikan bagi pemuda menjadi hal penting dalam rangka mencetak kader penerus bangsa. Sehingga, diperlukan AMN untuk mewadahi pengembangan karakter generasi muda tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPemerintah menginisiasi adanya pembangunan asrama mahasiswa Nusantara sebagai bentuk jawaban akan solusi konkrit dari permasalahan keterjangkauan pendidikan tinggi pada seluruh mahasiswa, bahkan dari berbagai pelosok di negeri ini,\u201d tuturnya<\/p>\n\n\n\n<p>Pembangunan AMN yang digagas oleh Badan Intelijen Negara (BIN) dibawah kepemimpinan Jenderal Polisi (Purn.) Prof. Dr. Budi Gunawan, S.H., M.Si., Ph.D. itu diyakini&nbsp; bukan hanya bersifat fisik semata, tetapi juga simbol komitmen terhadap pembangunan sumber daya manusia.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMelalui asrama ini, Pemerintah menciptakan lingkungan kondusif bagi mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia untuk belajar, berkreasi, dan berkolaborasi khususnya yang berada di Sulawesi Utara,\u201d ujar Doni.<\/p>\n\n\n\n<p>Doni sangat optimis keberadaan AMN Manado dapat memberikan manfaat besar bagi generasi muda, utamanya dalam mengembangkan keterampilan sebagai bekal dalam menjawab beragam tantangan global.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMelalui berbagai kegiatan seperti pelatihan kepemimpinan pengembangan soft skill dan kegiatan sosial para penghuni AMN alam ditempa menjadi muda yang siap menghadapi tantangan masa depan,\u201d pungkasnya<\/p>\n\n\n\n<p>Sebelumnya, Wakapokja AMN Manado Badan Intelijen Negara (BIN), Idham Malik menyatakan bahwa pembangunan AMN memanglah bertujuan untuk menyatukan mahasiswa dari beragam latar belakang. Nantinya, keberadaan AMN diharapkan mampu membangun kerukunan, Kekompakan dan hubungan antar anak bangsa yang lebih harmonis.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKita berharap kegiatan pembangunan AMN Manado berjalan dengan baik. Karena setelah dibangun oleh Kementerian PUPR, gedung ini akan diserahkan ke Ditjen Dikti Kemendikbudristek, kemudian diserahkan lagi ke Perguruan Tinggi setempat untuk pengelolaan AMN,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n<p>*<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Manado \u2013 Wakil Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi Utara Bidang Pendidikan, Riset, dan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":24477,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-24688","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24688","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=24688"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24688\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":24691,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24688\/revisions\/24691"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/24477"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=24688"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=24688"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=24688"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=24688"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}