{"id":24989,"date":"2024-08-29T04:56:16","date_gmt":"2024-08-29T04:56:16","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=24989"},"modified":"2024-08-29T04:56:17","modified_gmt":"2024-08-29T04:56:17","slug":"iaf-bali-pererat-kerjasama-pembangunan-dan-ekonomi-indonesia-afrika","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2024\/08\/29\/iaf-bali-pererat-kerjasama-pembangunan-dan-ekonomi-indonesia-afrika\/","title":{"rendered":"IAF Bali Pererat Kerjasama Pembangunan dan Ekonomi Indonesia \u2013 Afrika"},"content":{"rendered":"\n<p>Bali &#8211; Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Pahala Mansury mengatakan Indonesia-African Forum (IAF) ke \u2013 2 akan mempererat kerjasama pembangunan dan ekonomi antara Indonesia dengan Afrika. Sebelumnya kerjasama Indonesia \u2013 Afrika memang sudah cukup baik sehingga dengan adanya perhelatan internasional IAF ke \u2013 2 di Bali dapat semakin memperkuat hubungan antar Indonesia dengan negara \u2013 negara Api.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal itu diungkapkan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Pahala Mansury dalam pertemuan dengan awak media di Bali.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut Pahala, kerja sama yang erat antara Indonesia dan negara-negara Afrika, yang memiliki akar sejarah kuat sejak Konferensi Asia-Afrika 1955, kini kembali ditekankan melalui tema Bandung Spirit for Africa\u2019s Agenda 2063.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cIni semangat Global South, khususnya dalam melawan kebijakan diskriminatif dan proteksionis, termasuk terkait green protectionism,\u201d kata Pahala.<\/p>\n\n\n\n<p>Pahala menekankan kedekatan antara Indonesia dan negara-negara Afrika akan memainkan peran penting dalam mengembangkan kerja sama pembangunan yang saling menguntungkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurutnya, sebagai negara berkembang dengan sumber daya alam melimpah dan populasi besar, Indonesia bersama negara-negara Afrika memiliki kepentingan serupa dalam memperkuat kolaborasi di empat sektor prioritas: ketahanan pangan, ketahanan energi, ketahanan kesehatan dan ketahanan mineral.<\/p>\n\n\n\n<p>Pahala menilai, negara-negara Afrika memiliki potensi besar bagi Indonesia untuk melakukan diversifikasi pasar ekspor, pasokan komoditas dan investasi luar negeri.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, kerja sama ini dapat membuka peluang baru untuk meningkatkan konektivitas ekonomi dan memperkuat hubungan diplomatik antara Indonesia dan Afrika, tandasanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Semangat Global South akan menjadi elemen kunci yang membedakan pendekatan Indonesia bekerja sama dengan negara-negara Afrika dibandingkan negara-negara lain, pungkasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Indonesia-African Forum (IAF) ke-2 rencananya akan diadakan di Bali pada 1-3 September 2024. Acara ini akan dilaksanakan bersamaan dengan High-Level Forum on Multi Stakeholder Partnership (HLF MSP) yang juga akan digelar di Bali pada waktu yang sama.<\/p>\n\n\n\n<p>IAF ke-2 reancana kan akan dibuka Presiden Jokowi dan dihadiri para kepala negara dan pejabat tinggi dari negara-negara Afrika. Pahala optimistis akan banyak perwakilan Pemerintah maupun bisnis dari Afrika yang akan hadir dalam pertemuan itu.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan antusiasme itu, Indonesia menargetkan kesepakatan bisnis sebesar 3,5 miliar dolar AS (Rp 56,07 triliun) tercapai antara berbagai industri Indonesia dan negara-negara Afrika dalam IAF ke-2. []<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bali &#8211; Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Pahala Mansury mengatakan Indonesia-African Forum (IAF) ke \u2013&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":24922,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-24989","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24989","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=24989"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24989\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":24996,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24989\/revisions\/24996"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/24922"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=24989"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=24989"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=24989"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=24989"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}