{"id":25144,"date":"2024-09-01T05:37:40","date_gmt":"2024-09-01T05:37:40","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=25144"},"modified":"2024-09-01T05:37:41","modified_gmt":"2024-09-01T05:37:41","slug":"pemuka-agama-jakarta-kunjungan-paus-bawa-misi-kemanusiaan-dan-persaudaraan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2024\/09\/01\/pemuka-agama-jakarta-kunjungan-paus-bawa-misi-kemanusiaan-dan-persaudaraan\/","title":{"rendered":"Pemuka Agama Jakarta: Kunjungan Paus Bawa Misi Kemanusiaan dan Persaudaraan"},"content":{"rendered":"\n<p>Jakarta \u2013 Seiring dengan semakin dekatnya kunjungan kenegaraan Paus Fransiskus ke Indonesia, banyak pihak melihat kesempatan tersebut sebagai upaya untuk memperkuat ikatan antarumat beragama dan mempererat persaudaraan di tengah keberagaman.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Antonius Subianto Bunjamin mengungkap tidak ada misi khusus dalam kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia, melainkan misi kemanusiaan dan misi persaudaraan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKarena kedatangan Paus ke Indonesia yang dipentingakan bukan soal kunjungannya semata, itu juga penting dan perlu, dan banyak orang menantikan, tetapi bagaimana menyosialisasikan berbagai ajaran dan mempraktekannya di dalam kehidupan kita sehari hari.\u201d kata Antonius.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, Uskup Agung Jakarta Ignatius Kardinal Suharyo mengungkap pentingnya kehadiran fisik Pemimpin Gereja Katolik Paus Fransiskus di Indonesia. Diharapkan kunjungan Paus Fransiskus ke Tanah Air bisa menjadikan Indonesia sebagai agen persaudaraan kemanusiaan di Asia.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Kenapa kehadiran fisik Paus penting untuk Indonesia, jawabannya sederhana seperti anak mengharapkan kehadiran seorang bapak. Demikian juga umat Katolik di Indonesia mengharapkan kehadiran pimpinannya,&#8221; kata Kardinal Suharyo.<\/p>\n\n\n\n<p>Jelang kedatangan Paus Fransiskus, Pengurus Bidang Ukhuwah Islamiyah dan Kerukunan Umat Beragama (UI-KUB) Majelis Ulama Indonesia (MUI) DK Jakarta bersilaturrahim dan dialog dengan para Pastor Katolik yang tergabung dalam Dekenat Jakarta Pusat di Gereja Katolik Hati Kudus Paroki Kramat, Jakarta Pusat.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketua MUI-KUB MUI DK Jakarta, KH Gunadi mengatakan pihaknya mencanangkan silaturahmi antar umat beragama tidak hanya pada tingkat tokoh, tapi juga hingga ke akar rumput.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSilaturahmi merupakan instrumen yang penting dalam kerukunan dalam konteks saling mengenal (ta&#8217;aruf) sesama anak bangsa. Dari situ, meningkat menjadi saling memahami (tafahum), kemudian terbangun kerjasama dan saling tolong-menolong (takaful) antar umat beragama.\u201d kata Gunadi.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal senada juga disampaikan Ketua Komisi HAAK Keuskupan Agung Jakarta, Romo Antonius Suyadi. Menurut dia, memang sudah semestinya para tokoh agama di Indonesia mempererat tali silaturrahim.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKegiatan ini dalam rangka silaturahmi untuk mempererat rasa persaudaraan, kebersamaan. Memang semestinya sebagai tokoh-tokoh, kita bisa saling mendukung,\u201d ujar dia.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\" \/>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta \u2013 Seiring dengan semakin dekatnya kunjungan kenegaraan Paus Fransiskus ke Indonesia, banyak pihak melihat&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":25001,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-25144","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25144","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=25144"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25144\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":25148,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25144\/revisions\/25148"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/25001"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=25144"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=25144"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=25144"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=25144"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}