{"id":25302,"date":"2024-09-03T05:34:51","date_gmt":"2024-09-03T05:34:51","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=25302"},"modified":"2024-09-03T05:34:53","modified_gmt":"2024-09-03T05:34:53","slug":"kesepakatan-historis-south-to-south-lahirkan-harapan-baru-iaf-dan-hlf-msp-di-bali-berakhir-dengan-gemilang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2024\/09\/03\/kesepakatan-historis-south-to-south-lahirkan-harapan-baru-iaf-dan-hlf-msp-di-bali-berakhir-dengan-gemilang\/","title":{"rendered":"Kesepakatan Historis South to South Lahirkan Harapan Baru, IAF dan HLF-MSP di Bali Berakhir dengan Gemilang"},"content":{"rendered":"\n<p>Denpasar \u2013 Indonesia-Africa Forum (IAF) ke-2 dan High-Level Forum on Multi-Stakeholder Partnerships (HLF-MSP) 2024 yang digelar di Pulau Dewata mencapai babak akhir dengan catatan sejarah baru dalam kerjasama Selatan-Selatan. Sejumlah kesepakatan penting terjalin, menandai babak baru dalam hubungan Indonesia dan Afrika.<\/p>\n\n\n\n<p>Salah satu poin penting yang disepakati adalah penguatan kerja sama ekonomi. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional\/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN\/Bappenas) Suharso Monoarfa menegaskan bahwa butuh langkah transformatif dan kerja sama internasional yang lebih kuat bagi negara-negara Selatan-Selatan untuk mewujudkan agenda Sustainable Development Goals (SDGs) 2030.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cLangkah tersebut, karena negara-negara Selatan-Selatan menghadapi tantangan besar, seperti pertumbuhan ekonomi yang tidak stabil, defisit infrastruktur, terganggunya rantai pasokan global, kembalinya kebijakan proteksionis yang menghambat dan mengikis kepercayaan global terhadap lembaga-lembaga global,\u201d kata Suharso saat High-Level Plenary Session High-Level Forum on Multi-Stakeholder Partnerships (HLF MSP) 2024 bertajuk \u201cBuilding Bridges: Unlocking the Full Potential of Global South through Multi-Stakeholder Partnerships.<\/p>\n\n\n\n<p>Riset World Trade Organization, lanjutnya, menunjukkan skenario dunia terbagi menjadi dua blok perdagangan yang berbeda, yang dapat mengakibatkan penurunan produk domestik bruto global sebesar 5 persen dan menghasilkan fragmentasi perdagangan dunia.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cDunia tidak dapat membiarkan fragmentasi. Menghadapi periode penuh gejolak saat ini sangat menantang. Oleh karena itu, langkah-langkah transformatif dan kerja sama internasional yang lebih kuat menjadi semakin penting untuk mendorong agenda Sustainable Development Goals 2030,\u201d ujar Menteri Suharso.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, pada HLF MSP 2024 juga membahas solusi kemitraan multipemangku kepentingan sebagai jembatan Utara-Selatan (North-South) maupun Selatan-Selatan (South-South), untuk membuka potensi negara-negara Selatan secara maksimal.<\/p>\n\n\n\n<p>Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao mengapresiasi kepimpinan Indonesia dalam HLF MSP yang mengangkat isu penting bagi negara berkembang dan Global South, seperti apa yang dilakukan Indonesia pada Konferensi Asia-Afrika di Bandung pada 1955.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKonferensi Bandung memperkenalkan prinsip-prinsip penting untuk kerja sama Selatan-Selatan, seperti penghormatan terhadap kedaulatan, tidak campur tangan dalam urusan dalam negeri, penyelesaian sengketa secara damai, dan penerapan hukum internasional yang universal,\u2019 tutur Xanana.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurutnya, sidang pleno tingkat tinggi ini melanjutkan tradisi Indonesia dalam membangun solidaritas antara negara-negara Selatan dan mendukung kemitraan multipemangku kepentingan,. []<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Denpasar \u2013 Indonesia-Africa Forum (IAF) ke-2 dan High-Level Forum on Multi-Stakeholder Partnerships (HLF-MSP) 2024 yang&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":25216,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-25302","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25302","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=25302"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25302\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":25303,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25302\/revisions\/25303"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/25216"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=25302"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=25302"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=25302"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=25302"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}