{"id":25607,"date":"2024-09-05T15:03:31","date_gmt":"2024-09-05T15:03:31","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=25607"},"modified":"2024-09-05T15:03:33","modified_gmt":"2024-09-05T15:03:33","slug":"penuh-euforia-pesan-paus-di-misa-akbar-gbk-jangan-mudah-menyerah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2024\/09\/05\/penuh-euforia-pesan-paus-di-misa-akbar-gbk-jangan-mudah-menyerah\/","title":{"rendered":"Penuh Euforia, Pesan Paus di Misa Akbar GBK: Jangan Mudah Menyerah"},"content":{"rendered":"\n<p>Jakarta \u2014 Penuh dengan euforia dari seluruh umat Katolik di Indonesia, Paus Fransiskus menyampaikan pesan menyentuh saat Misa Akbar di GBK agar umat tidak mudah menyerah dalam menghadapi kesulitan apapun.<\/p>\n\n\n\n<p>Paus Fransiskus menyampaikan homili pada saat melaksanakan Misa Agung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta di hadapan sekitar 60 ribu umat Katolik.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai informasi, Homili merupakan semacam khotbah yang disampaikan di tengah misa, yang berangkat dari injil.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam homili tersebut, Paus Fransiskus menekankan pesan penting terkait bagaimana umat agar tidak mudah menyerah dan selalu percaya bahwa mereka memiliki kesempatan untuk bangkit setelah gagal.<\/p>\n\n\n\n<p>Bukan hanya itu, namun pemimpin tertinggi Gereja Katolik itu juga berpesan supaya Indonesia tidak pernah lelah untuk menyebarkan jala demi merawat keberagaman dan kerukunan untuk berjalan bersama demi kebaikan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p>Meski banyak kesulitan, namun Paus Fransiskus mengajak umat untuk bisa belajar dari sikap Petrus untuk terus menebarkan jala meski sempat tidak mendapatkan apa-apa.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cTentu saja, selalu akan ada kesulitan-kesulitan dan alasan-alasan untuk mengatakan tidak,\u201d kata Paus<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cTetapi, marilah kita melihat sekali lagi sikap Petrus: datang dari satu malam yang sulit ketika la tidak menangkap apa-apa, lelah dan kecewa, tetapi, daripada tinggal seolah-olah dilumpuhkan di dalam rasa hampa atau terhalang oleh kegagalannya sendiri,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Kemudian, Paus Fransiskus mengutip bagaimana kalimat Petrus.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa. Tetapi atas perintah-Mu aku akan menebarkan jala juga&#8221; (ay. 5),\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cAtas perintah-Mu aku akan menebarkan jala juga. Kemudian, sesuatu yang mengejutkan terjadi, yakni mukjizat penuhnya perahu dengan ikan sampai hampir tenggelam (bdk. ay. 7),\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Suasana Misa Akbar sendiri terlihat sangat penuh euforia yang memenuhi Stadion GBK hari ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Pasalnya, acara tersebut menjadi momen penting bagi umat Katolik di Indonesia sehingga seluruhnya menyambut kunjungan Paus Fransiskus dengan penuh antusiasme dan sukacita luar biasa.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebanyak puluhan ribu umat Katolik Indonesia berbondong-bondong menyambut kedatangan Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik Sedunia itu.<\/p>\n\n\n\n<p>Salah satunya, umat Katolik dari Jakarta bernama Yohana Putri (23) yang mengaku sangat senang karena bisa mengikuti misa akbar.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSaya senang, bisa mengikuti misa akbar di GBK, ini bersama umat Katolik yang lain,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Fransen (32) selaku salah satu umat Katolik pula mengaku bahwa dirinya sangat ingin melihat secara langsung bagaimana sosok pemuka agama yang kharismatik tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSaya mau lihat Bapa Paus. Puji Tuhan bisa melihat langsung meski harus berdesak-desakan,\u201d kata Fransen yang berasal dari Nusa Tenggara Timur ini.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta \u2014 Penuh dengan euforia dari seluruh umat Katolik di Indonesia, Paus Fransiskus menyampaikan pesan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":25614,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-25607","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25607","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=25607"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25607\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":25615,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25607\/revisions\/25615"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/25614"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=25607"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=25607"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=25607"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=25607"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}