{"id":26866,"date":"2024-10-05T00:32:19","date_gmt":"2024-10-05T00:32:19","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=26866"},"modified":"2024-10-05T00:32:19","modified_gmt":"2024-10-05T00:32:19","slug":"satu-dekade-presiden-jokowi-pembangunan-infrastruktur-merata-di-seluruh-pelosok-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2024\/10\/05\/satu-dekade-presiden-jokowi-pembangunan-infrastruktur-merata-di-seluruh-pelosok-indonesia\/","title":{"rendered":"Satu Dekade Presiden Jokowi, Pembangunan Infrastruktur Merata di Seluruh Pelosok Indonesia"},"content":{"rendered":"\n<p>JAKARTA \u2014 Selama satu dekade kepemimpinan Presiden Joko Widodo, Indonesia telah mencatatkan kemajuan signifikan dalam pembangunan infrastruktur yang merata di seluruh pelosok Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>Sekretaris Kemenko Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso menegaskan bahwa dalam 1 dekade kepemimpinan Presiden Jokowi pembangunan infrastruktur sangat masif sehingga berdampak pada pertumbuhan ekonomi.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPembangunan infrastruktur yang masif ini sangat berdampak pada pertumbuhan ekonomi kita selama 1 dekade ini,\u201d katanya dalam salah satu acara diskusi pada Jumat (4\/10).<\/p>\n\n\n\n<p>Pemerataan pun terus terjadi, lanjut Susiwijono, bahwa selama era kepemimpinan Presiden RI ketujuh tersebut, sudah ada 15 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang beroperasi bahkan di luar Pulau Jawa.<\/p>\n\n\n\n<p>Sehingga dengan banyaknya KEK tersebut, maka mampu mendorong pembangunan sumber ekonomi baru bahkan juga di kawasan 3T dan perbatasan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSaat ini dari 22 KEK yang beroperasi, juga 15 ada di luar Jawa, demikian juga dengan beberapa daerah 3T, pemerintah terus mendorong adanya pembangunan sumber ekonomi baru di kawasan perbatasan,\u201d jelas Sekretaris Kemenko Bidang Perekonomian itu.<\/p>\n\n\n\n<p>Dirinya pun berharap pembangunan infrastruktur yang telah digagas Presiden Jokowi akan dilanjutkan oleh Pemerintahan Prabowo-Gibran.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada kesempatan yang sama, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), Telisa Aulia Falianty memberikan apresiasi kepada Presiden Joko Widodo karena menilai bahwa Kepala Negara telah mewujudkan sebuah warisan luar biasa.<\/p>\n\n\n\n<p>Bahkan, akademisi tersebut menilai bahwa Presiden Jokowi merupakan Bapak Infrastruktur Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKita memberikan apresiasi Pak Jokowi bahwa beliau merupakan Bapak Infrastruktur Indonesia karena meninggalkan legacy luar biasa,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Lebih lanjut, Guru Besar FEB UI itu memandang kebutuhan dasar masyarakat di pelosok tanah air banyak terpenuhi dan stabilitas harga terjaga akibat masifnya pembangunan infrastruktur.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSeluruh kebutuhan dasar masyarakat terus dipasok dan didorong dengan perbaikan konektivitas, termasuk juga jalan desanya, sehingga kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi dengan baik, harga-harga menjadi stabil\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Sejak awal masa jabatannya pada tahun 2014, Presiden Jokowi fokus mempercepat pembangunan berbagai proyek strategis seperti jalan tol, pelabuhan, bandara, serta transportasi umum. Salah satu capaian terbesarnya adalah pembangunan Jalan Tol Trans Jawa hingga Jalan Trans Papua.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2014 Selama satu dekade kepemimpinan Presiden Joko Widodo, Indonesia telah mencatatkan kemajuan signifikan dalam&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":26856,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-26866","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26866","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26866"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26866\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":26871,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26866\/revisions\/26871"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/26856"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26866"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26866"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26866"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=26866"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}