{"id":27324,"date":"2024-10-14T08:50:16","date_gmt":"2024-10-14T08:50:16","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=27324"},"modified":"2024-10-14T08:50:16","modified_gmt":"2024-10-14T08:50:16","slug":"menuju-indonesia-emas-2045-pemuda-tak-hanya-menonton-tapi-beraksi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2024\/10\/14\/menuju-indonesia-emas-2045-pemuda-tak-hanya-menonton-tapi-beraksi\/","title":{"rendered":"Menuju Indonesia Emas 2045: Pemuda Tak Hanya Menonton, Tapi Beraksi!"},"content":{"rendered":"\n<p>Jakarta &#8211; Seiring dengan pelaksanaan transisi kepemimpinan di Indonesia, Ketua Melanesian Youth Diplomacy Forum, Steve Mara, menegaskan pentingnya peran pemuda dalam mendukung kesinambungan program pembangunan yang telah dicanangkan oleh Presiden Jokowi.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam pandangannya, masa depan Indonesia sangat tergantung pada keterlibatan aktif generasi muda dalam berbagai aspek pembangunan.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Saya pikir ini merupakan hal baik yang harus juga dilakukan oleh Presiden Prabowo dalam menempatkan anak-anak muda dalam memberikan masukan dan saran langsung kepada Presiden,&#8221; ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurutnya, anak muda memiliki tanggung jawab besar untuk tidak hanya menyampaikan aspirasi, tetapi juga mengambil langkah konkret dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.<\/p>\n\n\n\n<p>Mara menjelaskan bahwa salah satu inisiatif yang berkontribusi pada partisipasi pemuda adalah pembentukan tim khusus yang dikenal sebagai staf khusus milenial.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Presiden Jokowi membentuk tim khusus yang disebut dengan staf khusus milenial, banyak anak-anak muda yang terlibat di sana untuk memberikan masukan kepada Presiden dan juga menjadi teman diskusi,&#8221; katanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Steve Mara berharap pembentukan seperti staf khusus milenial perlu dilanjutkan oleh Presiden Prabowo dengan cara yang sama agar pemuda tetap memiliki suara dalam pengambilan keputusan.<\/p>\n\n\n\n<p>Steve Mara juga menyoroti bahwa banyak anak muda saat ini telah berinovasi dengan mendirikan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta bisnis startup yang dapat saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Banyak anak-anak muda saat ini yang sudah mendirikan UMKM, kemudian bisnis-bisnis yang saya pikir dapat mendukung anak muda lainnya, seperti startup,&#8221; jelasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Lebih lanjut, Mara menegaskan bahwa persiapan untuk Indonesia Emas 2045 bukanlah semata-mata tanggung jawab pemerintah. Ia menyarankan agar pemuda saat ini ikut memberikan masukan dan saran serta memperkaya pengetahuan sebagai langkah awal untuk mendukung cita-cita besar bangsa.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Memang itu bukan hanya tugas pemerintah, tetapi itu menjadi tugas kita sebagai anak muda untuk mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, juga pembangunan SDM,&#8221; tegas Mara.<\/p>\n\n\n\n<p>Mara menambahkan, dengan kehadiran Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka, yang merupakan perwakilan dari kalangan muda, diharapkan akan ada lebih banyak program yang diarahkan untuk masa depan anak muda.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Harapan kami juga khususnya bapak wakil presiden terpilih, Bapak Gibran, bahwa bapak adalah perwakilan anak muda, sehingga akan ada banyak program yang diperuntukkan untuk masa depan anak muda Indonesia,&#8221; pungkasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan harapan ini, Steve Mara menegaskan pentingnya kesiapan anak muda untuk menghadapi tantangan dan kesempatan yang akan datang, sehingga cita-cita Indonesia Emas 2045 dapat terwujud. Ia yakin, melalui kolaborasi antara pemuda dan pemerintah, Indonesia bisa dibangun menjadi negara yang lebih baik di masa depan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta &#8211; Seiring dengan pelaksanaan transisi kepemimpinan di Indonesia, Ketua Melanesian Youth Diplomacy Forum, Steve&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":27317,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-27324","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27324","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=27324"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27324\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":27327,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27324\/revisions\/27327"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/27317"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=27324"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=27324"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=27324"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=27324"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}