{"id":28025,"date":"2024-11-01T06:15:47","date_gmt":"2024-11-01T06:15:47","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=28025"},"modified":"2024-11-01T06:15:47","modified_gmt":"2024-11-01T06:15:47","slug":"tingkatkan-daya-beli-untuk-investasi-pengembangan-usaha-presiden-prabowo-putihkan-utang-umkm","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2024\/11\/01\/tingkatkan-daya-beli-untuk-investasi-pengembangan-usaha-presiden-prabowo-putihkan-utang-umkm\/","title":{"rendered":"Tingkatkan Daya Beli untuk Investasi Pengembangan Usaha, Presiden Prabowo Putihkan Utang UMKM"},"content":{"rendered":"\n<p>JAKARTA \u2014 Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah strategis untuk memutihkan utang 6 juta pelaku UMKM, termasuk petani dan nelayan, melalui Peraturan Presiden (Perpres) yang akan diterbitkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Kebijakan tersebut bertujuan meningkatkan daya beli masyarakat serta membuka peluang investasi dalam pengembangan usaha rakyat kecil.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan menghapus hak tagih bank terhadap peminjam yang utangnya telah dihapusbukukan, pemimpin bangsa kelahiran tahun 1951 tersebut berupaya meringankan beban finansial UMKM demi memberikan ruang untuk inovasi dan perluasan usaha.<\/p>\n\n\n\n<p>Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, mengapresiasi rencana Kepala Negara yang dianggap mampu mendongkrak daya beli dan memberikan tambahan modal bagi UMKM.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut Josua, kebijakan penghapusan utang tersebut dapat menciptakan likuiditas yang lebih longgar bagi UMKM dan sektor-sektor padat karya, seperti pertanian dan perikanan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cHal ini dapat meningkatkan daya beli mereka dan memberikan modal tambahan untuk investasi atau pengembangan usaha,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cUMKM yang diuntungkan oleh penghapusan utang dapat lebih percaya diri dalam menjalankan usaha dan berpotensi untuk mengembangkan bisnis mereka,\u201d tambah Josua.<\/p>\n\n\n\n<p>Di sisi lain, Kepala Ekonom BCA, David Sumual, melihat inisiatif Presiden RI kedelapan ini sebagai langkah positif bagi ekonomi jangka panjang.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurutnya, pemutihan utang perlu dilakukan secara berkala agar pertumbuhan ekonomi tidak terhambat, terutama bagi mereka yang berada dalam daftar hitam perbankan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPemutihan ini memberi kesempatan bagi individu maupun korporasi untuk kembali mengakses kredit dan berkontribusi pada ekonomi nasional,\u201d ujar David.<\/p>\n\n\n\n<p>Pengusaha Hashim Djojohadikusumo, adik dari Presiden Prabowo, menyebut kebijakan pemutihan utang ini akan segera ditandatangani oleh pemimpin bangsa yang juga merupakan purnawirawan perwira tinggi militer Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMungkin minggu depan, Pak Prabowo akan menekan suatu Perpres pemutihan. Semua utang tersebut sudah dihapusbukukan lama dan diganti oleh asuransi perbankan, tapi hak tagih dari bank belum dihapus,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Kebijakan tersebut diambil karena banyak pelaku UMKM, termasuk nelayan dan petani, yang masih kesulitan mengakses kredit akibat terbentur masalah di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK).<\/p>\n\n\n\n<p>Langkah Presiden Prabowo ini diharapkan dapat memulihkan daya beli serta mengurangi ketergantungan masyarakat pada pinjaman berbunga tinggi, seperti rentenir dan pinjol. []<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2014 Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah strategis untuk memutihkan utang 6 juta pelaku UMKM,&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":28037,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-28025","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28025","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=28025"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28025\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":28038,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28025\/revisions\/28038"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/28037"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=28025"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=28025"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=28025"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=28025"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}