{"id":28027,"date":"2024-11-01T06:18:00","date_gmt":"2024-11-01T06:18:00","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=28027"},"modified":"2024-11-01T06:18:00","modified_gmt":"2024-11-01T06:18:00","slug":"waspada-berita-hoaks-pemecah-belah-persatuan-wujudkan-pilkada-lancar-dan-demokratis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2024\/11\/01\/waspada-berita-hoaks-pemecah-belah-persatuan-wujudkan-pilkada-lancar-dan-demokratis\/","title":{"rendered":"Waspada Berita Hoaks Pemecah Belah Persatuan, Wujudkan Pilkada Lancar dan Demokratis"},"content":{"rendered":"\n<p>JAKARTA \u2014 Pentingnya seluruh masyarakat terus waspada terhadap berita hoaks pemecah belah persatuan serta terus berupaya untuk bersama mewujudkan Pilkada lancar dan demokratis.<\/p>\n\n\n\n<p>Penyebaran berita hoaks semakin mengancam stabilitas sosial dan persatuan masyarakat menjelang Pilkada 2024.<\/p>\n\n\n\n<p>Prof. Dr. Ferdinand Kerebungu, M.Si., pengamat sosial kemasyarakatan, menilai bahwa media sosial, yang sejatinya merupakan sarana berbagi informasi, kini disalahgunakan untuk menyebarkan hoaks.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Media sosial menjadi ajang adu domba dan polarisasi,&#8221; tegasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Pihak-pihak tertentu dengan sengaja memanfaatkan media sosial guna menciptakan kekacauan politik atau membentuk opini negatif terhadap kandidat dalam Pilkada Serentak 2024.<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, Prof. Kerebungu mengajak masyarakat untuk lebih kritis dan bijak menyaring informasi yang tersebar di media sosial.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cJangan mudah percaya dengan informasi yang belum terverifikasi. Lebih baik mencari informasi dari sumber yang kredibel,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Prof. Kerebungu juga menyoroti pentingnya peran pemerintah dan lembaga terkait dalam mengedukasi masyarakat tentang literasi digital.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurutnya, instansi terkait perlu lebih proaktif memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang bahaya berita hoaks, terutama yang dapat memecah belah persatuan dalam ajang kontestasi politik lokal.<\/p>\n\n\n\n<p>Ia menyebut, upaya menjaga kestabilan sosial selama Pemilihan Kepala Daerah dapat terlaksana jika masyarakat aktif berperan serta menjaga keamanan dengan tidak menyebarkan isu-isu provokatif.<\/p>\n\n\n\n<p>Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Lodewijk Freidrich Paulus, juga menekankan pentingnya Pilkada 2024 yang beririsan dengan program strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPilkada ini menjadi lebih strategis karena bersamaan dengan program 100 hari pertama Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut Lodewijk, seluruh elemen bangsa perlu mendukung pesta demokrasi tersebut agar berjalan aman dan kondusif.<\/p>\n\n\n\n<p>Khususnya, generasi muda atau Generasi Z diharapkan berperan sebagai pelopor literasi digital dan menjadi penggerak masyarakat dalam menghadapi penyebaran hoaks yang dapat mengganggu kelancaran Pemilihan Kepala Daerah.<\/p>\n\n\n\n<p>Akademisi Universitas Warmadewa, Dr. I Nengah Muliarta, S.Si., M.Si., juga menegaskan bahwa Generasi Z memiliki peran strategis dalam memerangi hoaks selama Pilkada 2024.<\/p>\n\n\n\n<p>Ia menjelaskan bahwa generasi ini, yang tumbuh di era digital, memiliki akses luas terhadap teknologi dan informasi.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cGenerasi Z dapat bekerja sama dengan berbagai organisasi untuk mengadakan kampanye literasi digital. Mereka bisa menyebarkan informasi akurat dan mengedukasi teman sebaya,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Muliarta menambahkan, literasi digital di kalangan generasi muda ini sangat diperlukan guna mencegah polarisasi yang berpotensi menciptakan ketegangan sosial.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2014 Pentingnya seluruh masyarakat terus waspada terhadap berita hoaks pemecah belah persatuan serta terus&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":28041,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-28027","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28027","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=28027"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28027\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":28042,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28027\/revisions\/28042"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/28041"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=28027"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=28027"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=28027"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=28027"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}