{"id":28059,"date":"2024-11-02T13:20:33","date_gmt":"2024-11-02T13:20:33","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=28059"},"modified":"2024-11-02T13:20:33","modified_gmt":"2024-11-02T13:20:33","slug":"pemberantasan-narkoba-era-prabowo-gibran-bareskrim-bongkar-80-kasus-dan-sita-107-ton-sabu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2024\/11\/02\/pemberantasan-narkoba-era-prabowo-gibran-bareskrim-bongkar-80-kasus-dan-sita-107-ton-sabu\/","title":{"rendered":"Pemberantasan Narkoba Era Prabowo-Gibran, Bareskrim Bongkar 80 Kasus dan Sita 1,07 Ton Sabu"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>JAKARTA \u2014 Bareskrim Polri berhasil membongkar 80 kasus narkoba sepanjang September hingga Oktober 2024, menyita lebih dari 1,07 ton sabu.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Hal tersebut mencerminkan efektivitas pemberantasan narkoba di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Sebanyak 136 pelaku ditangkap dalam operasi ini, di antaranya terkait tiga jaringan narkoba internasional.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Komjen Wahyu Widada, Kabareskrim Polri, menyampaikan bahwa pencapaian tersebut mencerminkan implementasi visi Asta Cita Presiden Prabowo, yang berfokus pada penguatan pencegahan dan pemberantasan korupsi, narkoba, serta penyelundupan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>&#8220;Menindaklanjuti arahan dari Presiden RI dan Kapolri, Bareskrim bersama Polda jajaran serta instansi terkait berhasil mengungkap 80 perkara, termasuk jaringan narkoba internasional,&#8221; ujarnya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Tindakan ini juga sesuai dengan arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk memperkuat upaya penegakan hukum terhadap narkoba.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Selain jaringan narkoba Fredy Pratama (FP) yang beroperasi di 14 provinsi, Bareskrim juga mengungkap dua jaringan besar lainnya, yaitu jaringan HS di lima provinsi dan jaringan H di Jambi yang dikendalikan oleh tiga bersaudara.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Dari seluruh operasi, barang bukti yang berhasil disita mencakup 1,07 ton sabu, 1,12 ton ganja, dan ratusan ribu butir ekstasi.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Wahyu menjelaskan bahwa apabila narkoba tersebut beredar, potensi korban bisa mencapai lebih dari 6 juta jiwa.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Dalam sidang perdana Kabinet Merah Putih, Presiden Prabowo menekankan pentingnya fokus pada pemberantasan narkoba, judi online, korupsi, dan kejahatan lainnya sebagai ancaman serius bagi masyarakat.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Presiden RI kedelapan tersebut menginstruksikan Kejaksaan Agung, Kepolisian, dan BPKP untuk memperkuat pendekatan hukum dan dukungan intelijen agar mitigasi kejahatan berjalan efektif.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Arahan itu sejalan dengan visi pemerintah untuk menciptakan masyarakat yang bersih dari kejahatan yang merugikan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menambahkan bahwa pemberantasan narkoba adalah bagian dari misi Asta Cita yang diusung oleh Presiden Prabowo dan Wapres Gibran.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Kapolri telah menginstruksikan pemetaan jalur masuk narkoba dan menindak tegas upaya penyelundupan, termasuk melalui kebijakan reward and punishment bagi anggota kepolisian yang menunjukkan prestasi dalam pengungkapan kasus-kasus besar.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Dengan sinergi lintas instansi, pemerintah Prabowo-Gibran menunjukkan komitmen kuat dalam memberantas narkoba dan berbagai bentuk kejahatan lainnya, mewujudkan Indonesia yang lebih aman dan terbebas dari ancaman narkotika. []<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2014 Bareskrim Polri berhasil membongkar 80 kasus narkoba sepanjang September hingga Oktober 2024, menyita&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":28075,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-28059","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28059","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=28059"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28059\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":28076,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28059\/revisions\/28076"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/28075"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=28059"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=28059"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=28059"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=28059"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}