{"id":28128,"date":"2024-11-05T04:42:54","date_gmt":"2024-11-05T04:42:54","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=28128"},"modified":"2024-11-05T04:42:55","modified_gmt":"2024-11-05T04:42:55","slug":"pemerataan-ekonomi-era-presiden-prabowo-dorong-kesejahteraan-dari-sabang-sampai-merauke","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2024\/11\/05\/pemerataan-ekonomi-era-presiden-prabowo-dorong-kesejahteraan-dari-sabang-sampai-merauke\/","title":{"rendered":"Pemerataan Ekonomi Era Presiden Prabowo, Dorong Kesejahteraan dari Sabang sampai Merauke"},"content":{"rendered":"\n<p>Jakarta &#8211; Presiden Prabowo Subianto membawa arah baru dalam perekonomian Indonesia, fokus pada pemerataan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan yang menyentuh semua wilayah Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>Melalui pendekatan berbasis komunitas, pemerintahan Presiden RI kedelapan ini berkomitmen membangun ekonomi mandiri yang melibatkan masyarakat sebagai aktor utama, terutama di desa-desa yang kerap terabaikan.<\/p>\n\n\n\n<p>Politikus Partai Golkar, Bayu Airlangga, menilai konsep Ekonomi Pancasila yang dijadikan pijakan oleh Presiden Prabowo mampu menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pemerataan.<\/p>\n\n\n\n<p>Bayu menyebutkan bahwa UMKM akan menjadi pilar dalam upaya ini, karena sektor tersebut dinilai berpotensi besar menggerakkan ekonomi rakyat.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cGagasan agar Ekonomi Pancasila menjadi pijakan membangun perekonomian yang lebih mandiri dan berkeadilan, sejalan dengan visi Presiden Prabowo,\u201d ujar Bayu.<\/p>\n\n\n\n<p>Ia menambahkan bahwa pendekatan berbasis masyarakat yang mendukung usaha-usaha kecil akan memperkuat kemandirian ekonomi nasional.<\/p>\n\n\n\n<p>Dewan Pakar BPIP, Prof. Dr. Ermaya Suradinata, menyatakan bahwa pemerintahan Prabowo-Gibran berfokus pada pembangunan yang dimulai dari desa sebagai strategi untuk mengatasi ketimpangan antara wilayah.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut Ermaya, pendekatan ini memungkinkan desa menjadi subjek aktif dalam pembangunan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPemerataan kesejahteraan akan sulit tercapai jika desa-desa tertinggal dalam pembangunan,\u201d ungkap Ermaya.<\/p>\n\n\n\n<p>Dewan Pakar BPIP tersebut mengaku optimis bahwa kebijakan-kebijakan yang lebih adil bagi masyarakat desa akan mengubah potret ekonomi Indonesia secara signifikan.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, Presiden RI ketujuh, Joko Widodo, turut memberikan apresiasi terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo.<\/p>\n\n\n\n<p>Program ini dinilai berdampak positif, bukan hanya bagi kesehatan anak-anak, tetapi juga bagi UMKM setempat yang diberdayakan dalam distribusi makanan bergizi.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cProgram MBG sejalan dengan tujuan jangka panjang pemerintah untuk meningkatkan inklusivitas dan keberlanjutan pembangunan,\u201d jelas Jokowi.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan fokus pada pemerataan kesejahteraan, pemerintahan Presiden Prabowo berupaya membangun masa depan Indonesia yang lebih adil, merata, dan mandiri.<\/p>\n\n\n\n<p>Dari Sabang hingga Merauke, harapan masyarakat akan pertumbuhan ekonomi yang menyentuh akar rumput kini kian nyata, memberi fondasi kuat bagi Indonesia yang lebih sejahtera.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta &#8211; Presiden Prabowo Subianto membawa arah baru dalam perekonomian Indonesia, fokus pada pemerataan ekonomi&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":28140,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-28128","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28128","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=28128"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28128\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":28141,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28128\/revisions\/28141"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/28140"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=28128"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=28128"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=28128"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=28128"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}