{"id":28157,"date":"2024-11-06T05:53:48","date_gmt":"2024-11-06T05:53:48","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=28157"},"modified":"2024-11-06T05:53:48","modified_gmt":"2024-11-06T05:53:48","slug":"presiden-prabowo-berupaya-wujudkan-pemerataan-ekonomi-bagi-rakyat-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2024\/11\/06\/presiden-prabowo-berupaya-wujudkan-pemerataan-ekonomi-bagi-rakyat-indonesia\/","title":{"rendered":"Presiden Prabowo Berupaya Wujudkan Pemerataan Ekonomi bagi Rakyat Indonesia"},"content":{"rendered":"\n<p>JAKARTA \u2014 Pemerintahan di bawah Presiden Prabowo Subianto memperlihatkan komitmen serius dalam menjembatani ketimpangan ekonomi dan mewujudkan pemerataan kesejahteraan di seluruh Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>Berbagai program yang dirancang saat ini difokuskan pada pembangunan dari desa ke pusat, memberdayakan masyarakat desa sebagai subjek utama pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n<p>Pemerintah terus berupaya mengatasi ketimpangan ekonomi yang telah lama menjadi tantangan struktural di berbagai daerah, khususnya di desa.<\/p>\n\n\n\n<p>Dewan Pakar Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Prof. Dr. Ermaya Suradinata, mengapresiasi strategi pembangunan berbasis komunitas atau bottom-up development yang diterapkan Presiden RI kedelapan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurutnya, pendekatan ini adalah langkah strategis dalam mengurangi ketimpangan antara desa dan kota yang selama ini menjadi penghambat pemerataan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan mengutamakan desa dalam perencanaan nasional, program seperti Dana Desa diperkuat untuk memastikan masyarakat desa memiliki akses terhadap sumber daya, infrastruktur, dan layanan publik yang memadai.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPrabowo dan Gibran memprioritaskan kesejahteraan masyarakat desa, bukan sebagai objek pembangunan, melainkan sebagai subjek aktif dalam pembangunan nasional yang lebih merata,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, Presiden Prabowo juga menegaskan pentingnya kelanjutan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur sebagai simbol pemerataan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam Sidang Kabinet Paripurna di IKN pada Agustus lalu, Kepala Negara menyampaikan optimismenya bahwa IKN akan berfungsi baik dalam 4-5 tahun ke depan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSaya bertekad melanjutkan dan mempercepat pembangunan IKN sebagai wujud pemerataan ekonomi, mengurangi beban Pulau Jawa,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Hashim Djojohadikusumo, turut menyoroti isu ketimpangan yang menjadi perhatian utama Presiden Prabowo.<\/p>\n\n\n\n<p>Meski ekonomi tumbuh 5%, ketimpangan masih tinggi, dengan jumlah kelas menengah yang menurun hingga 9%.<\/p>\n\n\n\n<p>Dirinya menekankan pentingnya pemerataan kekayaan untuk mendukung perekonomian nasional.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cData yang kami terima menunjukkan sekitar 160 juta orang Indonesia tergolong miskin. Semakin kita sejahterakan mereka, maka dunia usaha akan semakin diuntungkan,\u201d ujar Hashim,<\/p>\n\n\n\n<p>Melalui pendekatan pembangunan berbasis komunitas dan fokus pada infrastruktur desa, pemerintahan Prabowo-Gibran berupaya menghadirkan keseimbangan yang lebih merata antara desa dan kota.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan cara ini, setiap wilayah di Indonesia diharapkan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, menjadikan Indonesia lebih sejahtera dan berdaya saing.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2014 Pemerintahan di bawah Presiden Prabowo Subianto memperlihatkan komitmen serius dalam menjembatani ketimpangan ekonomi&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":28167,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-28157","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28157","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=28157"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28157\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":28168,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28157\/revisions\/28168"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/28167"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=28157"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=28157"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=28157"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=28157"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}