{"id":28880,"date":"2024-11-26T05:40:37","date_gmt":"2024-11-26T05:40:37","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=28880"},"modified":"2024-11-26T05:40:38","modified_gmt":"2024-11-26T05:40:38","slug":"presiden-prabowo-optimalkan-hilirisasi-demi-genjot-pemerataan-ekonomi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2024\/11\/26\/presiden-prabowo-optimalkan-hilirisasi-demi-genjot-pemerataan-ekonomi\/","title":{"rendered":"Presiden Prabowo Optimalkan Hilirisasi Demi Genjot Pemerataan Ekonomi"},"content":{"rendered":"\n<p>Jakarta &#8211; Pemerintah terus mendorong kebijakan hilirisasi untuk meningkatkan pemerataan ekonomi kawasan tertinggal. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, menegaskan bahwa hilirisasi desa tidak hanya berkutat di sektor tambang, tetapi mencakup potensi komoditas lokal lainnya yang dapat diolah untuk menghasilkan nilai tambah yang tinggi.<br>\u201cHilirisasi desa itu tidak melulu soal tambang,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Di Blitar, misalnya, kulit kambing bisa diolah jadi bedug yang diekspor dengan harga tinggi. Ini contoh hilirisasi yang bisa diterapkan di banyak desa lainnya,&#8221; Imbuh Yandri.<\/p>\n\n\n\n<p>Ia menekankan pentingnya setiap desa memiliki produk unggulan yang bisa diolah hingga bernilai ekspor.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cBayangkan kalau barang mentah dijual begitu saja, pasti murah. Tapi kalau diolah menjadi barang berkualitas, bisa diekspor dengan nilai jual tinggi,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini menjadi bagian dari upaya Mendes PDT untuk mengoptimalkan kekuatan lokal dan mendorong kemandirian ekonomi desa. Ia juga telah meminta jajarannya untuk memetakan desa-desa dengan potensi hilirisasi tinggi, termasuk dalam sektor pertanian dan perkebunan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSaya ingin menciptakan hilirisasi versi desa yang sesuai dengan karakteristik masyarakatnya,\u201d tambah Yandri.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani menegaskan bahwa kementeriannya akan melakukan penilaian menyeluruh terhadap sektor-sektor yang potensial untuk hilirisasi.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKami akan menilai sektor yang berpotensi seperti perikanan, perkebunan, hingga tambang untuk mendorong nilai tambahnya,\u201d ujar Rosan.<\/p>\n\n\n\n<p>Langkah ini diharapkan dapat menggerakkan investasi yang berkualitas di wilayah yang selama ini minim perhatian, khususnya Indonesia Timur.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cFokus ke Indonesia Timur bertujuan agar mereka juga mendapat perhatian khusus untuk menarik investasi yang berkelanjutan,\u201d jelasnya, menekankan pentingnya distribusi investasi yang merata.<\/p>\n\n\n\n<p>Di sisi lain, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, juga menyatakan bahwa hilirisasi adalah motor utama bagi pertumbuhan ekonomi nasional.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cHilirisasi adalah mesin pertumbuhan ekonomi kita,\u201d katanya. Bahlil menekankan bahwa kebijakan hilirisasi tidak hanya meningkatkan nilai produk tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama di daerah-daerah yang kurang berkembang.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai contoh, ia menyoroti hilirisasi kelapa sawit yang telah menghasilkan produk-produk turunan seperti biodiesel dan biomaterial, yang turut mendukung ekonomi nasional.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta &#8211; Pemerintah terus mendorong kebijakan hilirisasi untuk meningkatkan pemerataan ekonomi kawasan tertinggal. Menteri Desa&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-28880","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28880","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=28880"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28880\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":28891,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28880\/revisions\/28891"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=28880"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=28880"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=28880"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=28880"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}