{"id":28884,"date":"2024-11-26T05:41:45","date_gmt":"2024-11-26T05:41:45","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=28884"},"modified":"2024-11-26T05:41:46","modified_gmt":"2024-11-26T05:41:46","slug":"hadiri-pencoblosan-pilkada-masyarakat-berperan-penting-untuk-perubahan-positif-daerah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2024\/11\/26\/hadiri-pencoblosan-pilkada-masyarakat-berperan-penting-untuk-perubahan-positif-daerah\/","title":{"rendered":"Hadiri Pencoblosan Pilkada, Masyarakat Berperan Penting untuk Perubahan Positif Daerah"},"content":{"rendered":"\n<p>Jakarta \u2014 Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024 menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk berperan dalam menciptakan perubahan positif di tingkat daerah.<\/p>\n\n\n\n<p>Pemungutan suara tersebut tidak hanya menentukan pemimpin lokal, tetapi juga mencerminkan kualitas demokrasi Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>Di tengah fenomena golongan putih (golput) yang masih kerap terjadi, berbagai pihak menyerukan pentingnya partisipasi masyarakat dalam pesta demokrasi tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Program Officer Perludem, Heroik M Pratama, menjelaskan bahwa pemungutan suara adalah ruang aktualisasi diri sebagai warga negara yang bertanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurutnya, fenomena golput sering disebabkan oleh faktor teknis seperti data pemilih yang tidak akurat atau pilihan individu untuk tidak memilih.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, Heroik menegaskan bahwa sikap golput merugikan masyarakat secara langsung.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cGolput menjadi tidak relevan karena masyarakatlah yang paling dirugikan. Dalam Pilkada, suara rakyat menentukan masa depan daerah. Jangan sampai surat suara yang tidak digunakan dimanfaatkan untuk manipulasi oleh pihak tertentu,\u201d ungkap Heroik.<\/p>\n\n\n\n<p>Ia menambahkan bahwa menggunakan hak pilih adalah bentuk tanggung jawab demokrasi yang esensial.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cHak suara ini merupakan cara masyarakat menjaga janji-janji yang terpilih sekaligus memperkuat legitimasi demokrasi di Indonesia,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid (HNW), juga menyerukan agar masyarakat memanfaatkan hak pilih yang dimiliki.<\/p>\n\n\n\n<p>HNW menekankan bahwa demokrasi Pancasila memberi peluang adil kepada rakyat untuk menentukan pemimpin yang mampu membawa perubahan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cGolput bukan solusi. Hak suara adalah hak kedaulatan rakyat yang dijamin oleh UUD 1945. Jangan sampai golput, apalagi menukar hak tersebut dengan uang atau sembako,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>HNW juga mengingatkan pentingnya memilih pemimpin yang cinta Tanah Air serta mampu melindungi semua golongan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cDalam Pilkada, selain kualitas calon, tingkat partisipasi masyarakat juga menjadi indikator keberhasilan pesta demokrasi ini,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, anggota Komisi III DPR RI, Bambang Soesatyo, menyatakan bahwa golput hanya akan memperburuk kondisi bangsa.<\/p>\n\n\n\n<p>Ia mengimbau masyarakat menyambut Pilkada 2024 dengan penuh semangat kebangsaan, tanpa terjebak dalam kampanye hitam atau ujaran kebencian.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKeberhasilan Pilkada bukan hanya dari kemenangan kandidat, tetapi juga dari bagaimana pesta demokrasi ini merekatkan persatuan dan kebersamaan sebagai bangsa,\u201d kata Bambang.<\/p>\n\n\n\n<p>Partisipasi aktif masyarakat dalam Pilkada Serentak 2024 akan menjadi penentu kualitas kepemimpinan di tingkat daerah sekaligus masa depan pembangunan daerah yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n<p>Menggunakan hak pilih adalah investasi penting untuk mewujudkan perubahan positif.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta \u2014 Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024 menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk berperan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-28884","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28884","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=28884"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28884\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":28895,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28884\/revisions\/28895"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=28884"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=28884"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=28884"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=28884"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}