{"id":29155,"date":"2025-02-27T06:32:26","date_gmt":"2025-02-27T06:32:26","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=29155"},"modified":"2025-02-27T06:32:28","modified_gmt":"2025-02-27T06:32:28","slug":"retreat-kepala-daerah-cetak-figur-pemimpin-disiplin-dan-bertanggung-jawab","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2025\/02\/27\/retreat-kepala-daerah-cetak-figur-pemimpin-disiplin-dan-bertanggung-jawab\/","title":{"rendered":"Retreat Kepala Daerah Cetak Figur Pemimpin Disiplin dan Bertanggung Jawab"},"content":{"rendered":"\n<p>Jakarta \u2013 Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian menegaskan bahwa retreat kepala daerah yang berlangsung di Akademi Militer (Akmil) Magelang bukan bertujuan untuk memberikan pelatihan militer, melainkan untuk membentuk karakter pemimpin daerah agar lebih disiplin dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas mereka.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKita belajar dari Akmil bukan soal militeristiknya, tapi ada nilai-nilai penting yang juga berlaku di dunia swasta, seperti disiplin dan ketepatan waktu,\u201d ujar Tito.<\/p>\n\n\n\n<p>Ia berharap nilai-nilai yang diperoleh dari retreat ini dapat diterapkan oleh para kepala daerah dalam menjalankan tugas mereka, termasuk dalam hal ketepatan waktu.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKetika membuat rapat jam 9, ya betul-betul dimulai jam 9,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, kepala daerah juga diajarkan untuk menjaga kebersihan, termasuk memastikan tempat tidur tetap rapi sebelum meninggalkan tenda. Menurut Tito, kedisiplinan dan kebersihan adalah aspek penting yang juga diterapkan dalam dunia swasta serta birokrasi, mengingat tugas utama birokrat adalah melayani masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p>Lebih jauh, ia menekankan bahwa retreat ini juga menjadi kesempatan bagi para kepala daerah untuk saling mengenal dan menjalin hubungan dengan sesama kepala daerah serta para menteri. Ia menyebut bahwa meskipun baru berjalan sehari, para peserta sudah mulai membangun koneksi satu sama lain.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cRetreat ini menjadi momentum penting untuk menjalin hubungan dan chemistry antar kepala daerah dan pemerintah pusat,\u201d jelas Tito.<\/p>\n\n\n\n<p>Salah satu peserta retreat, Wali Kota Parepare Tasming Hamid (TSM), menyebut bahwa kegiatan ini memberikan kesempatan bagi para pemimpin daerah untuk memperdalam pemahaman tentang kepemimpinan yang berorientasi pada pelayanan masyarakat<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cRetreat ini menjadi momen bagi saya untuk memperdalam makna kepemimpinan berbasis pelayanan. Kami belajar bagaimana menjadi pemimpin yang tangguh, namun tetap mengedepankan nilai kemanusiaan,\u201d kata Tasming Hamid.<\/p>\n\n\n\n<p>Ia menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya menitikberatkan pada penguatan mental dan spiritual, tetapi juga membahas strategi kepemimpinan yang efektif dalam menghadapi tantangan pemerintahan. Suasana reflektif di lingkungan Akmil Magelang memberikan kesempatan bagi para peserta untuk berpikir strategis dan meningkatkan kualitas pengambilan keputusan.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain sesi refleksi dan penguatan spiritual, retreat ini mencakup diskusi kepemimpinan, pelatihan karakter, serta aktivitas fisik untuk menjaga keseimbangan jasmani dan rohani. Para peserta didorong untuk mengasah kemampuan berpikir strategis serta meningkatkan efektivitas kepemimpinan mereka.<\/p>\n\n\n\n<p>Keikutsertaan Tasming Hamid dalam retreat ini mencerminkan komitmennya untuk terus belajar dan berkembang guna mewujudkan Parepare yang lebih baik, sejahtera, dan maju. Ia berharap nilai-nilai kepemimpinan yang diperoleh selama retreat dapat diterapkan dalam mendukung program-program unggulannya demi meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta \u2013 Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian menegaskan bahwa retreat kepala daerah yang berlangsung&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-29155","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29155","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=29155"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29155\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":29169,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29155\/revisions\/29169"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=29155"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=29155"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=29155"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=29155"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}