{"id":29163,"date":"2025-02-27T06:33:02","date_gmt":"2025-02-27T06:33:02","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=29163"},"modified":"2025-02-27T06:33:02","modified_gmt":"2025-02-27T06:33:02","slug":"mbg-tetap-berjalan-selama-ramadhan-pemerintah-lakukan-penyesuaian","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2025\/02\/27\/mbg-tetap-berjalan-selama-ramadhan-pemerintah-lakukan-penyesuaian\/","title":{"rendered":"MBG Tetap Berjalan Selama Ramadhan, Pemerintah Lakukan Penyesuaian"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jakarta \u2013 Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah akan tetap berjalan selama bulan Ramadhan dengan beberapa penyesuaian. Salah satu perubahan utama adalah mekanisme distribusi makanan bagi siswa yang menjalankan ibadah puasa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, memastikan bahwa MBG tetap berlangsung dengan metode yang berbeda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cMakanan yang biasanya dikonsumsi di sekolah, kini bisa dibawa pulang oleh siswa,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penyesuaian ini dilakukan agar siswa yang berpuasa dapat menikmati makanan tersebut saat berbuka di rumah, sementara bagi yang tidak berpuasa, makanan tetap dapat dikonsumsi di sekolah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cUntuk yang puasa, makanannya bisa dinikmati saat berbuka. Sedangkan yang tidak puasa bisa memakannya di sekolah atau di rumah,\u201d imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dadan juga menegaskan bahwa menu MBG selama Ramadhan akan disesuaikan agar lebih tahan lama. Beberapa menu yang disiapkan antara lain susu, telur rebus, kue kering fortifikasi, dan buah-buahan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cTerkadang juga ada menu seperti kolak atau bubur kacang hijau,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain itu, Dadan menyoroti pentingnya pengemasan yang ramah lingkungan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cKami menggunakan kantong yang harus dikembalikan ke sekolah keesokan harinya untuk ditukar dengan yang baru,\u201d ujarnya. Kebijakan ini bertujuan untuk mengurangi sampah dan melatih kedisiplinan siswa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di daerah dengan mayoritas penduduk non-Muslim, pemerintah akan melakukan evaluasi setelah satu minggu pelaksanaan untuk menentukan apakah diperlukan penyesuaian lebih lanjut. \u201cKami akan mengevaluasi setelah satu minggu pelaksanaan untuk melihat apakah diperlukan penyesuaian lebih lanjut,\u201d kata Dadan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara itu, Utusan Khusus Presiden RI Bidang Iklim dan Energi, Hashim S. Djojohadikusumo, mengungkapkan bahwa pemerintah akan menambah anggaran MBG sebesar Rp100 triliun. Anggaran ini berasal dari realokasi yang tengah digalakkan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cJadi penghematan anggaran itu bukan berarti anggaran dikurangi. Rp306 triliun dari penghematan itu adalah hasil realokasi dari program-program konyol, dialokasikan ke program yang lebih perlu, yaitu makan bergizi gratis,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut Hashim, tambahan anggaran ini akan berdampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. \u201cMenurut Bappenas, dengan adanya tambahan ke MBG jadi Rp171 triliun itu, akan menambah pertumbuhan ekonomi sebesar 1,99%, dari sebelumnya 0,83%,\u201d jelasnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta \u2013 Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah akan tetap berjalan selama bulan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-29163","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29163","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=29163"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29163\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":29178,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29163\/revisions\/29178"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=29163"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=29163"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=29163"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=29163"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}