{"id":29421,"date":"2025-03-07T06:27:37","date_gmt":"2025-03-07T06:27:37","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=29421"},"modified":"2025-03-07T06:27:38","modified_gmt":"2025-03-07T06:27:38","slug":"program-mbg-gerakan-gotong-royong-bantu-masyarakat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2025\/03\/07\/program-mbg-gerakan-gotong-royong-bantu-masyarakat\/","title":{"rendered":"Program MBG Gerakan Gotong Royong Bantu Masyarakat"},"content":{"rendered":"\n<p>Jakarta \u2013 Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming tidak hanya berperan dalam meningkatkan kecukupan gizi pelajar, tetapi juga menjadi motor penggerak perekonomian daerah dengan melibatkan koperasi serta membuka lapangan pekerjaan baru.<br>Menteri Koperasi dan UKM (Menkop) Budi Arie Setiadi menegaskan bahwa koperasi menjadi komponen sentral dalam mendukung pelaksanaan MBG. Hingga saat ini, sudah ada 321 koperasi yang terverifikasi dan siap menopang kesuksesan program tersebut.<br>\u201cKalau berdasarkan data kami, sudah ada 321 koperasi yang terverifikasi dan telah siap secara kelembagaan serta bisnis (mendukung MBG),\u201d kata Menkop Budi Arie Setiadi.<br>Koperasi memiliki peran penting dalam penyediaan bahan baku seperti beras, sayur, daging, telur, buah, dan susu yang kemudian diolah menjadi paket makanan bergizi bagi para pelajar. Menkop Budi Arie Setiadi memastikan pihaknya terus melakukan verifikasi guna memperbanyak jumlah koperasi yang terlibat.<br>\u201cVerifikasi itu tugas kami untuk memastikan (kesiapan koperasi). Makanya tadi yang sudah fit (layak) ada 321 koperasi itu dari 1.300-an yang kami data. Nanti kami melakukan pendataan terus,\u201d ujarnya.<br>Di sisi lain, keberadaan dapur Program MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) juga berperan penting dalam membuka lapangan kerja baru.<br>Anggota Komisi IX DPR RI Zainul Munasichin menyatakan bahwa dapur MBG membutuhkan tenaga kerja dalam jumlah besar.<br>\u201cMulai dari pembangunan hingga beroperasi, dapur MBG tentunya membutuhkan tenaga kerja, dengan demikian lapangan kerja baru bertambah sehingga bisa mengurangi angka pengangguran di Indonesia,\u201d katanya.<br>Setiap dapur MBG wajib memiliki minimal 47 tenaga kerja yang terdiri dari ahli masak, bagian dapur, tenaga distribusi, lapangan, dan tenaga kebersihan. Selain itu, Badan Gizi Nasional (BGN) turut menugaskan kepala dapur, akuntan, dan ahli gizi guna mendukung operasional dapur. Penyediaan bahan makanan juga melibatkan petani, peternak, nelayan, dan distributor lokal untuk memastikan perputaran ekonomi daerah.<br>Program MBG yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan gizi pelajar guna menciptakan generasi yang lebih sehat dan cerdas. Selain itu, program ini turut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta mengurangi angka pengangguran.<br>\u201cKami dari legislatif yang bekerjasama dengan BGN gencar memberikan sosialisasi tentang MBG kepada masyarakat dengan tujuan program ini berjalan lancar dan terlaksana secara merata,\u201d tambah Zainul Munasichin.<br>Program MBG adalah bukti nyata gotong royong berbagai pihak dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melibatkan koperasi dan menciptakan lapangan pekerjaan baru, program ini tidak hanya menjamin masa depan generasi penerus, tetapi juga memperkuat ekonomi nasional serta mewujudkan visi pemerintah dalam membangun Indonesia yang lebih sejahtera dan mandiri.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta \u2013 Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-29421","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29421","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=29421"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29421\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":29434,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29421\/revisions\/29434"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=29421"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=29421"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=29421"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=29421"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}