{"id":29631,"date":"2025-03-14T08:02:57","date_gmt":"2025-03-14T08:02:57","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=29631"},"modified":"2025-03-14T08:02:57","modified_gmt":"2025-03-14T08:02:57","slug":"kilang-minyak-1-juta-barrel-wujudkan-cita-cita-swasembada-energi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2025\/03\/14\/kilang-minyak-1-juta-barrel-wujudkan-cita-cita-swasembada-energi\/","title":{"rendered":"Kilang Minyak 1 Juta Barrel Wujudkan Cita-Cita Swasembada Energi"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jakarta \u2013 Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas kilang minyak guna memperkuat ketahanan energi nasional. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa pembangunan kilang minyak dengan kapasitas 1 juta barel per hari akan dilakukan di beberapa wilayah strategis di Indonesia, termasuk Kalimantan, Jawa, Sulawesi, dan Maluku-Papua.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cKita akan bangun (kilang minyak) kurang lebih sebesar 1 juta barel, dan itu akan kita lakukan di beberapa tempat, baik di Kalimantan, Jawa, Sulawesi, dan Maluku-Papua sehingga terjadi pemerataan,\u201d ujarnya. Langkah ini bertujuan untuk menciptakan pemerataan pembangunan dan memperkuat ketahanan energi nasional melalui peningkatan kapasitas produksi minyak dalam negeri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan pembangunan kilang baru yang tersebar di berbagai daerah, pemerintah berharap dapat mengurangi ketergantungan terhadap impor energi dan mendorong swasembada energi. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mencapai ketahanan energi yang berkelanjutan sekaligus mendukung perekonomian negara melalui sektor energi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cPembangunan kilang ini sangat penting untuk mewujudkan kemandirian energi nasional, serta memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah,\u201d tambah Bahlil.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain itu, PT Pertamina Hulu Energi (PHE) juga memiliki peran penting dalam memastikan ketersediaan energi nasional. Direktur Utama PHE, Dannif Danusaputro, menekankan pentingnya eksplorasi wilayah baru sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan produksi minyak dan gas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cKami berfokus pada eksplorasi wilayah baru, termasuk pengeboran di area laut dalam (deepwater) dan target yang lebih dalam dari sumur konvensional. Ini adalah langkah strategis untuk memastikan cadangan energi tetap mencukupi di masa depan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">PHE juga terus berupaya meningkatkan efisiensi produksi melalui teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR), yang melibatkan metode waterflood dan steamflood untuk mengoptimalkan hasil produksi dari sumur yang sudah beroperasi lama.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan pencapaian produksi minyak sebesar 553,67 ribu barel per hari pada Januari 2025 dan proyek pengeboran yang terus berlanjut, PHE berkomitmen untuk menjaga ketahanan energi dan memastikan ketersediaan energi nasional secara berkelanjutan. Perusahaan juga gencar dalam mempercepat proyek greenfield dan reaktivasi sumur-sumur yang belum berproduksi<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">. Melalui kolaborasi antara pemerintah dan perusahaan energi seperti PHE, Indonesia diharapkan dapat mencapai swasembada energi dan mengurangi ketergantungan pada impor energi di masa depan. \u201cPHE berupaya untuk selalu mendukung ketersediaan energi dengan cara yang efisien dan berkelanjutan untuk masa depan yang lebih baik,\u201d tutup Dannif.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta \u2013 Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas kilang minyak guna memperkuat ketahanan energi nasional&#8230;.<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-29631","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29631","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=29631"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29631\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":29645,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29631\/revisions\/29645"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=29631"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=29631"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=29631"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=29631"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}