{"id":31035,"date":"2025-04-02T19:09:45","date_gmt":"2025-04-02T19:09:45","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=31035"},"modified":"2025-04-02T19:09:46","modified_gmt":"2025-04-02T19:09:46","slug":"mantan-panglima-opm-dukung-program-makan-bergizi-gratis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2025\/04\/02\/mantan-panglima-opm-dukung-program-makan-bergizi-gratis\/","title":{"rendered":"Mantan Panglima OPM Dukung Program Makan Bergizi Gratis"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Papua Pegunungan \u2013 Mantan Panglima Organisasi Papua Merdeka (OPM), Yusen Tabuni, menyatakan dukungannya terhadap program Makan Bergizi Gratis yang diinisiasi pemerintah. Dukungan tersebut disampaikan dalam kapasitasnya sebagai tokoh masyarakat di Wamena, yang melihat manfaat nyata dari program ini bagi kesejahteraan masyarakat, khususnya anak-anak Papua.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><br>\u201cSaya pribadi mendukung program pemerintah termasuk Makan Bergizi Gratis,\u201d ujar Yusen Tabuni. Ia menilai bahwa program ini telah memberikan dampak positif dalam pemenuhan gizi masyarakat Papua, terutama bagi anak-anak yang membutuhkan asupan nutrisi yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><br>Lebih lanjut, Yusen Tabuni menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis mendapat sambutan baik dari masyarakat Papua. \u201cProgram Makan Bergizi Gratis sangat diterima oleh masyarakat Papua,\u201d tambahnya. Ia menekankan pentingnya dukungan dari seluruh elemen masyarakat agar program ini berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat maksimal bagi penerimanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><br>Yusen Tabuni juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu hoaks yang beredar terkait program ini. Ia menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis merupakan inisiatif pemerintah yang bertujuan murni untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, tanpa ada kepentingan lain di baliknya. \u201cAgar masyarakat mewaspadai isu hoaks terkait Makan Bergizi Gratis, saya saat ini sebagai tokoh masyarakat di Wamena mendukung penuh karena dengan adanya program tersebut, gizi anak-anak di Papua terpenuhi,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><br>Selain itu, Yusen Tabuni juga mengimbau masyarakat Wamena untuk tidak terlibat dalam aksi penolakan terhadap program Makan Bergizi Gratis. Menurutnya, keberadaan program ini sangat penting bagi masa depan generasi muda Papua. \u201cUntuk masyarakat Wamena agar tidak ikut serta demo menolak Makan Bergizi Gratis, karena Makan Bergizi Gratis demi kepentingan generasi muda mendatang,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><br>Dukungan dari Yusen Tabuni, yang sebelumnya merupakan bagian dari OPM, menunjukkan bahwa program pemerintah ini membawa manfaat nyata dan diterima oleh berbagai kalangan di Papua. Hal ini sekaligus menjadi bukti bahwa pembangunan di Papua terus berjalan dengan pendekatan kesejahteraan dan keberpihakan kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><br>Program Makan Bergizi Gratis yang digagas pemerintah bertujuan untuk memastikan setiap anak mendapatkan asupan gizi yang cukup, guna mengurangi angka stunting serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Papua dan seluruh Indonesia. Dengan adanya dukungan dari tokoh masyarakat seperti Yusen Tabuni, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya program ini dan berpartisipasi dalam menyukseskannya demi masa depan yang lebih baik.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Papua Pegunungan \u2013 Mantan Panglima Organisasi Papua Merdeka (OPM), Yusen Tabuni, menyatakan dukungannya terhadap program&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":31036,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-31035","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-polhukam"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31035","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=31035"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31035\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":31037,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31035\/revisions\/31037"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/31036"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=31035"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=31035"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=31035"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=31035"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}