{"id":31175,"date":"2025-04-05T16:48:23","date_gmt":"2025-04-05T16:48:23","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=31175"},"modified":"2025-04-05T16:48:25","modified_gmt":"2025-04-05T16:48:25","slug":"hadapi-tarif-trump-indonesia-bersatu-perkuat-ekonomi-bangsa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2025\/04\/05\/hadapi-tarif-trump-indonesia-bersatu-perkuat-ekonomi-bangsa\/","title":{"rendered":"Hadapi Tarif Trump, Indonesia Bersatu Perkuat Ekonomi Bangsa"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jakarta \u2013 Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon menyatakan dukungan penuhnya terhadap langkah strategis Presiden Prabowo Subianto dalam menghadapi kebijakan tarif resiprokal yang diumumkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 2 April 2025 lalu. Fadli menilai langkah Presiden bukan hanya reaktif, tetapi juga menunjukkan kepemimpinan Indonesia dalam menyikapi ketegangan perdagangan global.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cKita tak boleh gentar terhadap tekanan, justru ini saatnya Indonesia menunjukkan kepemimpinan di tengah ketidakpastian global,\u201d ujar Fadli.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Fadli menjelaskan bahwa Presiden Prabowo mengusung tiga strategi utama, yakni memperluas kemitraan dagang strategis, mempercepat hilirisasi sumber daya alam, dan meningkatkan daya beli masyarakat melalui program-program kesejahteraan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia menekankan pentingnya diversifikasi mitra dagang di tengah meningkatnya proteksionisme global.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cDiversifikasi mitra dagang menjadi keharusan, apalagi dengan kebijakan tarif Trump ini. Indonesia sudah bergerak dengan memperkuat kerja sama BRICS, ASEAN, dan negara-negara Global South,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Fadli juga menyebut keseriusan pemerintah melalui aksesi ke RCEP, OECD, dan perjanjian seperti IEU-CEPA dan CP-TPP sebagai bagian dari perluasan pasar produk dalam negeri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cIni semua demi penguatan kedaulatan ekonomi,\u201d imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Terkait kebijakan tarif AS, Fadli melihatnya sebagai bentuk unilateralisme baru. Indonesia terkena tarif 32 persen, tertinggi kedua di antara negara ASEAN setelah Kamboja.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cDengan strategi yang tepat, kita bisa jadikan tantangan ini sebagai peluang untuk memperkuat ekonomi nasional,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Fadli menegaskan bahwa seluruh jajaran Kabinet Merah Putih siap menjalankan strategi Presiden secara lintas sektor dan terintegrasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cTiga gebrakan Presiden Prabowo adalah jalan kemandirian ekonomi. Indonesia tidak hanya bertahan, tapi memimpin,\u201d pungkasnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara itu, Presiden Prabowo telah melakukan telewicara dengan sejumlah pemimpin ASEAN, termasuk Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, untuk menyusun respons kolektif.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cHari ini saya berkesempatan melakukan diskusi melalui telepon dengan para pemimpin negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia, Filipina, Brunei Darussalam, dan Singapura untuk memperoleh pandangan dan mengoordinasikan tanggapan bersama mengenai masalah tarif timbal balik oleh Amerika Serikat,\u201d PM Anwar menyampaikan dalam pernyataan resminya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Anwar menambahkan, pertemuan para menteri ekonomi ASEAN akan digelar pekan depan untuk mencari solusi terbaik atas dampak tarif tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cInsyaallah, pertemuan menteri ekonomi ASEAN minggu depan akan terus membahas masalah ini, dan mencari solusi terbaik bagi seluruh negara anggota,\u201d ujarnya.<br>[]<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta \u2013 Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon menyatakan dukungan penuhnya terhadap langkah strategis Presiden Prabowo&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":31176,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-31175","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31175","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=31175"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31175\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":31177,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31175\/revisions\/31177"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/31176"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=31175"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=31175"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=31175"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=31175"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}