{"id":31884,"date":"2025-04-22T05:14:36","date_gmt":"2025-04-22T05:14:36","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=31884"},"modified":"2025-04-22T05:14:37","modified_gmt":"2025-04-22T05:14:37","slug":"pemerintah-pastikan-program-cek-kesehatan-gratis-jangkau-wilayah-terpencil","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2025\/04\/22\/pemerintah-pastikan-program-cek-kesehatan-gratis-jangkau-wilayah-terpencil\/","title":{"rendered":"Pemerintah Pastikan Program Cek Kesehatan Gratis Jangkau Wilayah Terpencil"},"content":{"rendered":"<p>Batam &#8211; Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan komitmennya dalam menjangkau seluruh lapisan masyarakat melalui program cek kesehatan gratis yang kini diperluas hingga ke wilayah-wilayah terpencil di Indonesia.<\/p>\n<p>Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmaryadi mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan rencana layanan tersebut.<\/p>\n<p>\u201cRencananya memang ada, kami akan jangkau masyarakat di pulau-pulau. Tetapi belum dijalankan karena sampai saat ini kami sedang berupaya untuk membuat masyarakat lebih antusias,\u201d kata Didi.<\/p>\n<p>Langkah jemput bola ini dilakukan untuk memastikan seluruh masyarakat, termasuk yang berada di daerah hinterland, dapat mengakses layanan deteksi dini penyakit secara gratis.<\/p>\n<p>Tantangan yang dihadapi Pemerintah Kota Batam yakni untuk menjangkau ratusan pulau kecil yang berada di wilayah kota itu seperti di Kecamatan Belakangpadang, Pulau Galang dan Bulang.<\/p>\n<p>Didi memastikan pihaknya tetap melayani warga yang ingin memanfaatkan layanan CKG tanpa prosedur yang rumit.<\/p>\n<p>\u201cKami jalan saja seperti biasa, melayani masyarakat yang mau cek. Tidak ada formulir khusus,\u201d ujar Didi.<\/p>\n<p>Untuk layanan jemput bola, Dinkes akan menyesuaikan dengan jumlah masyarakat yang bersedia ikut serta.<\/p>\n<p>\u201cKami siapkan logistik dan tenaga sesuai dengan jumlah warga yang terkumpul,\u201d tambah Didi.<\/p>\n<p>Program CKG merupakan upaya Dinkes untuk mendorong deteksi dini penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung.<\/p>\n<p>\u201cSampai 14 April 2025 baru 1.687 orang yang mengikuti dari 2.247 pendaftar, kami memiliki sasaran CKG di Batam mencapai 1.276.930 orang,\u201d kata Didi.<\/p>\n<p>Didi berharap, dengan perluasan jangkauan dan pendekatan langsung ke masyarakat, angka partisipasi dapat meningkat, terutama di wilayah yang akses kesehatannya masih terbatas.<\/p>\n<p>Sebelumnya, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyebut Sebanyak 1,5 juta masyarakat telah mengikuti program Cek Kesehatan Gratis. Data tersebut berdasarkan jumlah peserta yang sudah diperiksa hingga 10 April.<\/p>\n<p>\u201cUntuk skala nasional, Per tanggal 10 April itu sudah mendaftar 1,8 juta orang. Dari angka itu 1,5 juta sudah datang (periksa),\u201d ujar Dante.<\/p>\n<p>Pelayanan dilakukan di 37 provinsi dan 9.001 puskesmas di seluruh Indonesia. Menurut Dante, program ini penting karena bisa mendeteksi penyakit sejak dini.<\/p>\n<p>\u201cKarena dengan melakukan pemeriksaan kesehatan gratis, kita bisa mengidentifikasi penyakit-penyakit yang belum terjadi,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>*<\/p>\n<p>[edRW]<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Batam &#8211; Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan komitmennya dalam menjangkau seluruh lapisan masyarakat melalui program cek kesehatan gratis yang kini diperluas hingga ke wilayah-wilayah terpencil di Indonesia. Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmaryadi mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan rencana layanan tersebut. \u201cRencananya memang ada, kami akan jangkau masyarakat di pulau-pulau. Tetapi belum dijalankan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":31901,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-31884","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sda-dan-agraria"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31884","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=31884"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31884\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":31902,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31884\/revisions\/31902"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/31901"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=31884"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=31884"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=31884"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}