{"id":32035,"date":"2025-04-24T17:16:57","date_gmt":"2025-04-24T17:16:57","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=32035"},"modified":"2025-04-24T17:16:57","modified_gmt":"2025-04-24T17:16:57","slug":"wakil-ketua-mui-ajak-sebar-energi-positif-lawan-pesimisme-demi-indonesia-cemerlang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2025\/04\/24\/wakil-ketua-mui-ajak-sebar-energi-positif-lawan-pesimisme-demi-indonesia-cemerlang\/","title":{"rendered":"Wakil Ketua MUI Ajak Sebar Energi Positif: Lawan Pesimisme Demi Indonesia Cemerlang"},"content":{"rendered":"<p>Jakarta \u2013 Tokoh agama dan akademisi menekankan pentingnya komunikasi yang jujur dan optimisme nasional sebagai kunci menjaga persatuan bangsa di tengah tantangan global.<\/p>\n<p>Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dr. KH. Marsudi Syuhud, menegaskan bahwa keselarasan antara harapan dan kondisi nyata sangat penting dalam membangun bangsa.<\/p>\n<p>\u201cKeseimbangan antara keinginan dan kenyataan menjadi kunci. Kita tidak boleh terus-menerus larut dalam narasi pesimisme seperti \u2018Indonesia Gelap\u2019, karena hal itu justru menggerus semangat kolektif,\u201d ujarnya dalam talkshow Sapa Indonesia Malam, Kompas TV, bertema \u201cJaga Persatuan untuk Indonesia Cemerlang\u201d (24\/4).<\/p>\n<p>Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto telah mengambil pendekatan yang tepat dengan menyampaikan kondisi negara secara transparan dan menetapkan prioritas pembangunan secara strategis.<\/p>\n<p>\u201cPresiden Prabowo mengedepankan optimisme dan kebersamaan dalam menghadapi keterbatasan sumber daya. Ini selaras dengan nilai-nilai agama yang mendorong semangat membangun, bukan saling menyalahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Ia menambahkan, komunikasi politik yang positif dan terbuka akan menjadi benteng kuat dalam menjaga semangat persatuan nasional.<\/p>\n<p>\u201cKita harus terus menyuarakan pesan damai, menjaga solidaritas, dan membangkitkan optimisme sebagai modal utama pembangunan nasional,\u201d tambah Marsudi.<\/p>\n<p>Sementara itu, Pakar Komunikasi Politik Universitas Indonesia, Dr. Aditya Perdana, mengapresiasi sikap terbuka Presiden Prabowo terhadap kritik dan evaluasi publik.<\/p>\n<p>\u201cSikap Presiden Prabowo dalam mengakui kelemahan komunikasi publik pemerintah adalah bentuk kedewasaan politik yang patut diapresiasi,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Aditya menilai, kekuatan politik dan kelembagaan yang dimiliki saat ini merupakan peluang besar untuk membangun konsensus nasional.<\/p>\n<p>\u201cPresiden Prabowo memiliki modal strategis untuk mempercepat pembangunan. Ini saatnya membangun optimisme dan menjaga partisipasi publik sebagai fondasi demokrasi,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Ia menyarankan agar pemerintah rutin menginisiasi dialog dengan masyarakat untuk memperkuat kepercayaan publik.<\/p>\n<p>\u201cPartisipasi publik harus terus dijaga agar demokrasi tetap hidup dan stabilitas nasional terpelihara,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Optimisme dan solidaritas perlu terus digaungkan agar Indonesia benar-benar melangkah menuju masa depan yang cemerlang.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta \u2013 Tokoh agama dan akademisi menekankan pentingnya komunikasi yang jujur dan optimisme nasional sebagai kunci menjaga persatuan bangsa di tengah tantangan global. Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dr. KH. Marsudi Syuhud, menegaskan bahwa keselarasan antara harapan dan kondisi nyata sangat penting dalam membangun bangsa. \u201cKeseimbangan antara keinginan dan kenyataan menjadi kunci. Kita [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":32020,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-32035","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sda-dan-agraria"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32035","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=32035"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32035\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":32070,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32035\/revisions\/32070"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/32020"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=32035"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=32035"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=32035"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}