{"id":32079,"date":"2025-04-25T06:03:44","date_gmt":"2025-04-25T06:03:44","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=32079"},"modified":"2025-04-25T06:03:45","modified_gmt":"2025-04-25T06:03:45","slug":"tolak-narasi-indonesia-gelap-tokoh-bangsa-ajak-publik-pilih-optimisme","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2025\/04\/25\/tolak-narasi-indonesia-gelap-tokoh-bangsa-ajak-publik-pilih-optimisme\/","title":{"rendered":"Tolak Narasi \u2018Indonesia Gelap\u2019, Tokoh Bangsa Ajak Publik Pilih Optimisme"},"content":{"rendered":"<p>Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Eddy Soeparno, menanggapi munculnya narasi \u201cIndonesia Gelap\u201d yang digaungkan oleh sejumlah kelompok. Menurutnya, cara terbaik membangun bangsa adalah dengan semangat optimisme, bukan pesimisme.<\/p>\n<p>\u201cPandangan pesimisme tentu akan melihat gelap dan jalan buntu. Pandangan optimis percaya bahwa selalu akan ada cahaya di ujung terowongan. Kita pilih yang mana? Saya pilih optimis bahwa Indonesia akan cerah dan maju,\u201d kata Eddy Soeparno.<\/p>\n<p>Ia menekankan pentingnya menjadi bagian dari solusi, bukan memperkeruh suasana dengan narasi-narasi yang merusak harapan publik. Eddy menegaskan bahwa kontribusi positif jauh lebih dibutuhkan dalam mendorong kemajuan bangsa.<\/p>\n<p>\u201cDaripada jadi bagian yang mengutuk kegelapan, saya memilih untuk menjadi pihak yang menyalakan lilin. Pemerintah memberikan ruang seluas-luasnya bagi berbagai pihak untuk memberikan ide, gagasan dan bahkan masukan. Manfaatkan sebaik-baiknya ruang itu, tapi sebaiknya tidak menyebarkan pesimisme,\u201d lanjut Doktor Ilmu Politik lulusan UI tersebut.<\/p>\n<p>Menurut Eddy, pemerintah saat ini telah membuktikan keberpihakannya terhadap rakyat kecil melalui berbagai kebijakan yang konkret. Mulai dari pembebasan utang UMKM, bantuan kepada nelayan, hingga perhatian Presiden Prabowo kepada pengecer gas LPG 3 kg yang didominasi oleh pedagang kecil.<\/p>\n<p>Senada dengan Eddy, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, juga menolak narasi negatif tersebut.<\/p>\n<p>Luhut menyebut narasi \u201cIndonesia Gelap\u201d lebih mencerminkan pandangan pribadi, bukan realitas objektif bangsa.<\/p>\n<p>\u201cKalau ada yang bilang Indonesia gelap, yang gelap kau, bukan Indonesia,\u201d kata Luhut seperti dikutip dari Antara.<\/p>\n<p>Ia juga menampik isu kurangnya lapangan kerja.<\/p>\n<p>\u201cAda orang bilang di sini lapangan kerja kurang. Di mana yang lapangan kerja kurang? Di Amerika juga bermasalah, di mana saja bermasalah,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Luhut mengajak masyarakat untuk tidak hanya melihat kekurangan, tetapi juga mensyukuri dan mendukung capaian pembangunan yang sudah ada.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Eddy Soeparno, menanggapi munculnya narasi \u201cIndonesia Gelap\u201d yang digaungkan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":32096,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[14],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-32079","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ragam"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32079","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=32079"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32079\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":32097,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32079\/revisions\/32097"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/32096"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=32079"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=32079"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=32079"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=32079"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}