{"id":32332,"date":"2025-04-29T08:56:33","date_gmt":"2025-04-29T08:56:33","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=32332"},"modified":"2025-04-29T08:56:33","modified_gmt":"2025-04-29T08:56:33","slug":"may-day-2025-momentum-positif-untuk-perjuangan-hak-hak-buruh-dalam-suasana-damai-dan-tertib","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2025\/04\/29\/may-day-2025-momentum-positif-untuk-perjuangan-hak-hak-buruh-dalam-suasana-damai-dan-tertib\/","title":{"rendered":"May Day 2025: Momentum Positif untuk Perjuangan Hak-Hak Buruh dalam Suasana Damai dan Tertib"},"content":{"rendered":"<p>Jakarta \u2013 Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2025 diharapkan menjadi momentum positif bagi perjuangan hak-hak pekerja di Indonesia, dengan tetap menjaga suasana damai, tertib, dan kondusif. Sejumlah pimpinan serikat pekerja dan tokoh masyarakat menyerukan pentingnya menyampaikan aspirasi dengan penuh semangat tanpa terprovokasi.<\/p>\n<p>Ketua DPC Garteks Kabupaten Subang, Herman, menegaskan bahwa May Day adalah milik seluruh kaum buruh. \u201cMay Day adalah hari besar kita bersama. Mari kita tunjukkan bahwa buruh Indonesia bisa menyampaikan tuntutan sesuai aspirasi kita kaum buruh,\u201d ujar Herman. Ia juga menghimbau kepada seluruh buruh, baik yang akan melakukan aksi di Jakarta maupun di daerah, untuk tetap mengutamakan ketertiban. \u201cKami menghimbau kepada seluruh rekan buruh yang akan melakukan aksi di Jakarta maupun daerah untuk tetap menjaga ketertiban dan tidak melakukan pelanggaran hukum,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, Herman menekankan komitmen Garteks Subang dalam menjaga suasana May Day tetap positif. \u201cGarteks Subang berkomitmen untuk memastikan peringatan Hari Buruh tahun ini menjadi momentum positif bagi perjuangan hak-hak pekerja,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Senada dengan itu, Ketua Federasi Serikat Pekerja Perkayuan dan Kehutanan Indonesia (FSP Kahutindo) Penajam Paser Utara, Dedi Saidi, menilai bahwa buruh memiliki peran lebih dari sekadar menyuarakan tuntutan. \u201cBuruh bukan hanya bisa menyuarakan tuntutan, tetapi juga mampu berkontribusi positif untuk lingkungan sekitar dan perusahaan tempat kami bekerja,\u201d ungkap Dedi. Ia mengapresiasi langkah buruh yang akan memperingati May Day dengan komunikasi yang konstruktif. \u201cIni langkah positif dari kawan-kawan serikat pekerja yang akan mengisi peringatan May Day 1 Mei 2025 dengan mengedepankan komunikasi komprehensif yang kondusif. Semua persoalan, saya kira, justru bakal bisa dicarikan solusi dengan cara komunikasi, musyawarah mufakat,\u201d paparnya.<br \/>\nSementara itu, Ketua Umum Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK), Habib Syakur Ali, mengajak seluruh buruh Indonesia untuk merayakan May Day dengan penuh suka cita dan semangat positif. \u201cSeluruh kalangan buruh di Indonesia perlu menyelenggarakan perayaan Hari Buruh Internasional atau May Day pada 1 Mei mendatang dengan penuh suka cita dan semangat positif,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Habib Syakur juga menekankan pentingnya menjaga kedamaian dalam penyampaian aspirasi. Ia mengingatkan agar buruh tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin mengganggu ketertiban. \u201cBuruh Indonesia harus tampil sebagai pelopor perubahan yang cerdas dan bermartabat. Jangan biarkan provokasi merusak solidaritas kita,\u201d tandasnya.<\/p>\n<p>Melalui seruan-seruan ini, May Day 2025 diharapkan benar-benar menjadi Momentum Komunikasi yang Kondusif, di mana aspirasi disampaikan dengan damai, menghindari provokasi, dan mempererat solidaritas buruh untuk masa depan yang lebih baik.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta \u2013 Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2025 diharapkan menjadi momentum positif bagi&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":32323,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-32332","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32332","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=32332"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32332\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":32347,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32332\/revisions\/32347"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/32323"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=32332"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=32332"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=32332"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=32332"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}