{"id":32453,"date":"2025-05-01T14:48:13","date_gmt":"2025-05-01T14:48:13","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=32453"},"modified":"2025-05-01T14:48:13","modified_gmt":"2025-05-01T14:48:13","slug":"may-day-sebagai-bentuk-kebersamaan-presiden-prabowo-wujudkan-harapan-buruh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2025\/05\/01\/may-day-sebagai-bentuk-kebersamaan-presiden-prabowo-wujudkan-harapan-buruh\/","title":{"rendered":"May Day sebagai Bentuk Kebersamaan Presiden Prabowo Wujudkan Harapan Buruh"},"content":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2014 Perayaan Hari Buruh Internasional (May Day) 2025 di Monumen Nasional, Jakarta, menjadi bukti konkret kebersamaan Presiden Prabowo Subianto dalam memperjuangkan harapan kaum buruh di Indonesia.<\/p>\n<p>Momentum ini juga menandai bagaimana langkah signifikan pemerintah dalam menjalin kedekatan dengan kelompok pekerja sekaligus menunjukkan empati yang sangat nyata terhadap isu-isu ketenagakerjaan.<\/p>\n<p>Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, menyebutkan bahwa ratusan ribu buruh merayakan May Day bersama Presiden Prabowo di Monas.<\/p>\n<p>&#8220;Ratusan ribu buruh, hampir mendekati 200 ribu buruh, merayakan May Day bersama Bapak Presiden Prabowo Subianto di Monas pada 1 Mei 2025,&#8221; kata Said Iqbal.<\/p>\n<p>Ia menegaskan bahwa kedatangan Kepala Negara merupakan peristiwa langka dan historis sebab para buruh merasa adanya keberpihakan konkret dari pemerintah pada era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n<p>\u201cKedatangan Presiden Prabowo menunjukkan empati, perhatian, dan keberpihakan kepada kalangan menengah bawah, kaum terpinggirkan, dan orang-orang kecil. Itulah harapan seluruh rakyat Indonesia,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Said Iqbal turut menyuarakan enam isu utama yang diangkat dalam peringatan tersebut, mulai dari penghapusan sistem outsourcing hingga pengesahan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga.<\/p>\n<p>\u201cMay Day is not a holiday, May Day is struggling of labor issue. Hari buruh bukan hari libur, May Day adalah hari perjuangan kaum buruh,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Ia juga menyampaikan keyakinan terhadap visi Presiden Prabowo untuk membangun negara menuju kepada kesejahteraan yang lebih baik.<\/p>\n<p>\u201cKami yakin, kami percaya, dan kami akan mendukung Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan negara kesejahteraan bagi tenaga kerja,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, Haris Rusly Moti dari Roundtable 98 Cipayung juga turut menyambut baik kehadiran Presiden Prabowo dalam peringatan ini.<\/p>\n<p>Terlebih, dalam sejarah Republik Indonesia, hanya ada dua Presiden RI yang mau menyempatkan diri hadir secara langsung dalam May Day, yang mana salah satunya adalah Prabowo Subianto.<\/p>\n<p>&#8220;Kami mengapresiasi langkah ini karena hanya ada dua Presiden RI yang hadir pada peringatan May Day, yakni Presiden Soekarno dan Presiden Prabowo,&#8221; ujar Haris.<\/p>\n<p>Di sisi lain, Presiden Prabowo mengajak para buruh di Tanah Air untuk bersatu dan bergandengan tangan bersama dalam membangun Indonesia Emas 2045.<\/p>\n<p>\u201cMari kita bersatu, mari kita rapatkan barisan bersama-sama, kita raih kemakmuran dan kesejahteraan,\u201d tegasnya. (*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2014 Perayaan Hari Buruh Internasional (May Day) 2025 di Monumen Nasional, Jakarta, menjadi bukti&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":32454,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-32453","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32453","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=32453"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32453\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":32455,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32453\/revisions\/32455"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/32454"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=32453"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=32453"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=32453"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=32453"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}