{"id":32883,"date":"2025-05-09T16:21:15","date_gmt":"2025-05-09T16:21:15","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=32883"},"modified":"2025-05-09T16:21:16","modified_gmt":"2025-05-09T16:21:16","slug":"stok-beras-melonjak-swasembada-pangan-jadi-kenyataan-di-era-presiden-prabowo","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2025\/05\/09\/stok-beras-melonjak-swasembada-pangan-jadi-kenyataan-di-era-presiden-prabowo\/","title":{"rendered":"Stok Beras Melonjak, Swasembada Pangan Jadi Kenyataan di Era Presiden Prabowo"},"content":{"rendered":"<p>Jakarta &#8211; Indonesia mencatat lonjakan signifikan dalam produksi beras nasional pada semester I-2025, menandai tonggak penting menuju swasembada pangan yang telah lama menjadi cita-cita besar Presiden Prabowo Subianto. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi padi sepanjang Januari hingga Juni 2025 diperkirakan mencapai 32,57 juta ton Gabah Kering Giling (GKG), naik 11,17% atau setara 3,27 juta ton dibanding periode yang sama tahun lalu.<\/p>\n<p>Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini menyebutkan bahwa peningkatan ini turut mendorong lonjakan produksi beras menjadi 18,76 juta ton, naik 1,89 juta ton dari tahun sebelumnya.<\/p>\n<p>\u201cPeningkatan produksi ini didukung oleh luas panen yang juga meningkat signifikan, khususnya yang mencapai 1,67 juta hektare (Ha) atau naik 50,60%\u201d ungkap Pudji.<\/p>\n<p>Dukungan data internasional juga memperkuat optimisme ini. Laporan terbaru USDA memproyeksikan produksi beras Indonesia akan mencapai 34,6 juta ton pada 2025, tertinggi di ASEAN.<\/p>\n<p>Selain itu, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementan, Moh. Arief Cahyono menyatakan bahwa capaian ini tak lepas dari strategi pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan.<\/p>\n<p>\u201cSesuai dengan arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, kami terus bekerja keras meningkatkan produksi padi yang merupakan komoditas strategis dan menjadi perhatian besar Bapak Presiden,\u201d kata Arief.<\/p>\n<p>Capaian positif produksi ini juga tercermin dari tingginya serapan beras nasional. Penyerapan pada April 2025 mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah, mencapai lebih dari 1,3 juta ton hanya dalam satu bulan.<\/p>\n<p>\u201cBiasanya, dalam 10 tahun terakhir atau bahkan lima tahun terakhir, serapan beras kita hanya rata-rata 1,2 juta ton saja. Angka serapan ini menunjukkan adanya perbaikan signifikan di Indonesia,\u201d tambah Arief.<\/p>\n<p>Stok nasional pun dinilai sangat memadai. Perum Bulog mencatat cadangan beras pemerintah mendekati 4 juta ton jumlah tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini menandai era baru ketahanan pangan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo.<\/p>\n<p>Kondisi ini tidak hanya mencerminkan peningkatan produktivitas pertanian, tetapi juga menunjukkan efektivitas koordinasi lintas sektor dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Dengan dukungan teknologi, pendampingan petani, dan kebijakan yang pro-produksi, Indonesia kini berada di jalur yang tepat menuju swasembada pangan secara berkelanjutan.<\/p>\n<p>(*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta &#8211; Indonesia mencatat lonjakan signifikan dalam produksi beras nasional pada semester I-2025, menandai tonggak&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":32902,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-32883","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32883","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=32883"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32883\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":32903,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32883\/revisions\/32903"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/32902"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=32883"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=32883"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=32883"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=32883"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}