{"id":33261,"date":"2025-05-19T11:23:06","date_gmt":"2025-05-19T11:23:06","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=33261"},"modified":"2025-05-19T11:23:07","modified_gmt":"2025-05-19T11:23:07","slug":"aksi-indonesia-gelap-tidak-solutif-dan-meresahkan-publik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2025\/05\/19\/aksi-indonesia-gelap-tidak-solutif-dan-meresahkan-publik\/","title":{"rendered":"Aksi Indonesia Gelap Tidak Solutif dan Meresahkan Publik"},"content":{"rendered":"<p>Jakarta \u2013 Aksi \u201cIndonesia Gelap\u201d yang belakangan beredar luas di media sosial mendapat sorotan tajam dari berbagai kalangan. Narasi \u201cIndonesia Gelap\u201d tidak solutif, bersifat provokatif, serta berpotensi meresahkan masyarakat dan mengganggu stabilitas nasional. Alih-alih memberi kontribusi positif, narasi ini justru menciptakan kekhawatiran kolektif yang tidak berdasar dan melemahkan semangat optimisme bangsa.<\/p>\n<p>Kepala Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, menyatakan bahwa situasi nasional saat ini masih berjalan secara kondusif di berbagai sektor kehidupan. Aktivitas ekonomi tetap stabil, pusat perbelanjaan ramai, dan daya beli masyarakat terjaga.<\/p>\n<p>\u201cMasyarakat tidak perlu terpancing. Narasi seperti ini hanya menimbulkan kegaduhan psikologis yang tidak sejalan dengan realitas,\u201d tegas Hasan.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, Hasan menilai bahwa narasi semacam itu merupakan bentuk agitasi yang tidak menawarkan solusi. Ia mengingatkan bahwa penyampaian kritik terhadap kebijakan negara seharusnya dilakukan secara konstruktif, bukan dengan cara menyebar pesimisme dan ketakutan massal yang merusak tatanan sosial.<\/p>\n<p>Kekhawatiran juga datang dari Ketua Umum GP Ansor, Addin Jauharudin, yang menilai bahwa narasi \u201cIndonesia Gelap\u201d sarat akan kepentingan asing yang ingin mendikte arah pembangunan nasional.<\/p>\n<p>\u201cKetika Indonesia bangkit, pihak asing selalu berusaha menghambat. Kita harus sadar bahwa isu ini tidak tumbuh secara organik dari rakyat, melainkan hasil rekayasa pihak luar yang ingin mengganggu kemandirian bangsa, terutama dalam hilirisasi sumber daya alam,\u201d ujar Addin.<\/p>\n<p>Senada, Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, mengingatkan bahwa aksi-aksi seperti ini berisiko ditunggangi pihak-pihak tertentu yang memiliki agenda tersembunyi.<\/p>\n<p>\u201cSituasi ini sangat berbahaya karena dapat memicu konflik horizontal dan menghambat proses pembangunan yang sedang dijalankan pemerintah,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Sementara itu, Wakil Menteri Agama, Romo Muhammad Syafi\u2019i, menegaskan bahwa masyarakat harus bersatu menghadapi tantangan provokatif seperti ini dengan kerja nyata dan kolaborasi lintas sektor.<\/p>\n<p>\u201cNarasi pesimistis seperti ini bertentangan dengan semangat kebangsaan dan optimisme pembangunan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Pemerintah mengajak masyarakat untuk tetap kritis namun rasional, serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak mencerminkan kondisi nyata bangsa. Indonesia tidak sedang gelap \u2014 Indonesia sedang bergerak maju.<\/p>\n<p>[edRW]<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta \u2013 Aksi \u201cIndonesia Gelap\u201d yang belakangan beredar luas di media sosial mendapat sorotan tajam&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":33277,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-33261","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33261","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=33261"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33261\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":33278,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33261\/revisions\/33278"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/33277"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=33261"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=33261"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=33261"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=33261"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}