{"id":33306,"date":"2025-05-19T12:03:19","date_gmt":"2025-05-19T12:03:19","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=33306"},"modified":"2025-05-19T12:03:20","modified_gmt":"2025-05-19T12:03:20","slug":"esau-tegai-tegaskan-program-makan-bergizi-gratis-kunci-membangun-sdm-unggul-papua","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2025\/05\/19\/esau-tegai-tegaskan-program-makan-bergizi-gratis-kunci-membangun-sdm-unggul-papua\/","title":{"rendered":"Esau Tegai Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Kunci Membangun SDM Unggul Papua"},"content":{"rendered":"<p>Papua \u2013 Tokoh Masyarakat Papua, Esau Tegai, menegaskan pentingnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi oleh Badan Gizi Nasional sebagai kunci sukses pembangunan sumber daya manusia unggul di Papua. Program ini difokuskan untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak dan ibu hamil agar Papua dapat melahirkan generasi berkualitas dan siap bersaing di era global menuju Indonesia Emas 2045.<\/p>\n<p>Esau Tegai menyampaikan bahwa program Makan Bergizi Gratis merupakan solusi nyata dan strategis mengatasi tantangan gizi buruk di Papua. \u201cSebagai tokoh masyarakat, saya sangat mengapresiasi pemerintah yang melalui BGN meluncurkan program ini. Ini adalah langkah konkret untuk memastikan setiap anak dan ibu di Papua mendapatkan asupan gizi yang cukup,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Masalah gizi buruk di Papua selama ini menjadi penghambat utama perkembangan potensi sumber daya manusia. Esau menegaskan, dengan terpenuhinya gizi dasar, anak-anak Papua dapat tumbuh sehat, cerdas, dan berdaya saing.<\/p>\n<p>\u201cKita harus bangun fondasi yang kuat sejak dini agar Papua bisa berkontribusi besar bagi kemajuan bangsa Indonesia,\u201d ujar Esau.<\/p>\n<p>Esau juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk suksesnya program ini. \u201cTidak cukup hanya pemerintah yang berperan, tapi seluruh elemen masyarakat dan swasta harus bergerak bersama,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Ia berharap semua sasaran program MBG dapat tercapai dan memberikan dampak positif jangka panjang bagi pembangunan nasional. Lebih jauh, optimismenya bahwa program MBG dapat menjadi pondasi bagi terwujudnya visi Indonesia Emas tahun 2045.<\/p>\n<p>\u201cPapua sebagai bagian dari Indonesia harus tampil sebagai contoh dalam pembinaan sumber daya manusia berkualitas melalui program-program seperti ini,\u201d tambah Esau.<\/p>\n<p>Sebagai tokoh masyarakat, Esau juga mengajak masyarakat Papua untuk aktif mengawal dan menyukseskan pelaksanaan program ini. \u201cDukungan masyarakat sangat penting agar program ini berjalan lancar dan bermanfaat maksimal,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Sebagai tokoh masyarakat Kabupaten Jayapura, Esau Tegai juga menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis harus menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat secara menyeluruh.<\/p>\n<p>\u201cKita harus memastikan program ini tidak hanya sebagai bantuan sementara, tapi juga menjadi pondasi pembangunan sumber daya manusia yang kuat melalui partisipasi aktif masyarakat,\u201d jelas Esau.<\/p>\n<p>Esau berharap seluruh elemen masyarakat untuk turut serta mengawal dan mendukung pelaksanaan program demi keberlanjutan manfaat jangka panjang. Dengan dukungan bersama, Papua bisa menghasilkan generasi penerus yang sehat, cerdas, dan berpotensi menjadi pilar kemajuan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Papua \u2013 Tokoh Masyarakat Papua, Esau Tegai, menegaskan pentingnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":33322,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-33306","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33306","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=33306"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33306\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":33323,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33306\/revisions\/33323"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/33322"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=33306"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=33306"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=33306"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=33306"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}