{"id":33811,"date":"2025-05-30T17:28:14","date_gmt":"2025-05-30T17:28:14","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=33811"},"modified":"2025-05-30T17:28:14","modified_gmt":"2025-05-30T17:28:14","slug":"mengecam-kekejaman-opm-dan-mewaspadai-hoaks-kelompok-separatis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2025\/05\/30\/mengecam-kekejaman-opm-dan-mewaspadai-hoaks-kelompok-separatis\/","title":{"rendered":"Mengecam Kekejaman OPM dan Mewaspadai Hoaks Kelompok Separatis"},"content":{"rendered":"<p>Papua \u2013 Mabes TNI menegaskan kecaman keras terhadap kekejaman yang dilakukan oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM), menyusul terbunuhnya warga sipil lanjut usia, Mama Hertina Mirip, di Intan Jaya, Papua. Kejadian ini menambah daftar panjang aksi brutal kelompok separatis yang kerap menebar teror terhadap masyarakat sipil.<\/p>\n<p>Kapuspen TNI, Mayjen Kristomei Sianturi menyebut hasil klarifikasi dari otoritas lokal dan saksi mata menunjukkan bahwa Mama Hertina tewas akibat kekerasan yang dilakukan oleh kelompok OPM, bukan aparat TNI.<\/p>\n<p>\u201cKlarifikasi dari pihak berwenang dan masyarakat lokal menyatakan bahwa Mama Hertina meninggal akibat kekerasan yang dilakukan kelompok separatis bersenjata OPM, bukan oleh aparat TNI,\u201d ujar Kristomei Sianturi.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, ia menekankan bahwa tuduhan terhadap TNI hanyalah bagian dari narasi hoaks yang sengaja digencarkan untuk mendiskreditkan aparat. Penarikan pasukan dari Kampung Sugapa Lama sejak 15 Mei menunjukkan komitmen TNI menjaga keselamatan sipil dan membuktikan tidak adanya keterlibatan aparat dalam insiden tersebut.<\/p>\n<p>\u201cInformasi tersebut merupakan hoaks yang sengaja dirancang untuk menciptakan opini keliru terhadap TNI,\u201d tegas Kristomei.<\/p>\n<p>Ia menjelaskan bahwa Mama Hertina merupakan warga dengan gangguan jiwa yang terakhir terlihat pada 15 Mei di Kampung Mamba Bawah. Saat kembali ke kampung asalnya, Jaindapa, korban diduga dicegat dan dibunuh oleh kelompok OPM pimpinan Daniel Aibon Kogoya.<\/p>\n<p>\u201cKami mengajak masyarakat untuk tidak mudah percaya pada narasi fitnah. Yang terjadi justru menunjukkan kekejaman kelompok separatis yang menebar teror bahkan terhadap warga tak bersenjata,\u201d pungkas Kristomei.<\/p>\n<p>Sementara itu, gangguan keamanan di Papua terus terjadi. Dua serangan terpisah pada Rabu (27\/5) di Wamena dan Yahukimo menyebabkan dua anggota polisi mengalami luka serius akibat serangan dari kelompok bersenjata.<\/p>\n<p>Kepala Operasi Satgas Damai Cartenz, Brigjen Faizal Ramadhani membenarkan adanya insiden tersebut dan menduga kuat pelakunya berasal dari kelompok kriminal bersenjata.<\/p>\n<p>\u201cBetul ada kejadian di Wamena dan Yahukimo, kedua korban sekarang dalam keadaan sadar,\u201d ujar Faizal.<\/p>\n<p>Situasi ini menguatkan urgensi untuk melawan propaganda OPM, tidak hanya melalui operasi keamanan, tetapi juga edukasi publik agar lebih kritis terhadap informasi provokatif dan menyesatkan. Narasi bohong harus dilawan dengan data dan integritas.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Papua \u2013 Mabes TNI menegaskan kecaman keras terhadap kekejaman yang dilakukan oleh Organisasi Papua Merdeka&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":33814,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-33811","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33811","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=33811"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33811\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":33818,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33811\/revisions\/33818"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/33814"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=33811"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=33811"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=33811"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=33811"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}