{"id":34105,"date":"2025-06-07T23:22:57","date_gmt":"2025-06-07T23:22:57","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=34105"},"modified":"2025-06-07T23:22:58","modified_gmt":"2025-06-07T23:22:58","slug":"opm-kembali-lakukan-teror-brutal-di-jayawijaya-warga-papua-bersatu-tolak-kekerasan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2025\/06\/07\/opm-kembali-lakukan-teror-brutal-di-jayawijaya-warga-papua-bersatu-tolak-kekerasan\/","title":{"rendered":"OPM Kembali Lakukan Teror Brutal di Jayawijaya, Warga Papua Bersatu Tolak Kekerasan"},"content":{"rendered":"<p>JAYAWIJAYA \u2013 Jayawijaya kembali menjadi saksi kekejaman Organisasi Papua Merdeka (OPM) usai penembakan brutal terhadap dua pekerja bangunan rumah ibadah, Rahmat Hidayat dan Saepudin di Kampung Kwantapo, Distrik Asotipo. Tindakan ini tak hanya merenggut nyawa, tetapi juga menodai kesucian tempat ibadah dan mengguncang nurani kemanusiaan.<br \/>\nSerangan terhadap warga sipil semakin mempertegas bahwa OPM kian kehilangan arah perjuangan. Alih-alih membela masyarakat Papua, OPM justru menebar teror dan luka mendalam bagi warga asli. Ironisnya, propaganda yang disebar kerap dibungkus dengan narasi palsu dan hoaks demi mengaburkan fakta keji di lapangan.<br \/>\nWakil Bupati Jayawijaya, Ronny Elopere, mengecam keras aksi tersebut dan menegaskan bahwa kekerasan yang dilakukan OPM tidak merepresentasikan aspirasi rakyat Papua.<br \/>\n\u201cApa yang mereka lakukan bukan perjuangan, melainkan pembunuhan yang melukai kami semua,\u201d ujar Ronny.<br \/>\nIa mengajak seluruh elemen masyarakat dan aparat untuk bersinergi menjaga keamanan.<br \/>\n\u201cMasyarakat tidak boleh takut. Kita harus lawan teror ini dengan persatuan dan kekuatan moral,\u201d tambahnya.<br \/>\nHal yang sama juga disampaikan Ketua Klasis Baliem Yalimo, Pendeta Eduard Su, yang menyebut tindakan OPM sebagai penghinaan terhadap nilai-nilai agama.<br \/>\n\u201cGereja seharusnya menjadi tempat damai, bukan medan kekerasan. Ini tidak bisa ditoleransi,\u201d tegas Pendeta Eduard.<br \/>\nIa mengajak seluruh umat untuk bersatu menolak teror dan tidak terpengaruh oleh propaganda separatis. Menurutnya, kekejaman OPM justru mengkhianati semangat kemanusiaan dan nilai-nilai spiritual masyarakat Papua.<br \/>\nSementara itu, warga yang selamat dari serangan, Markus Murib, mengungkapkan keresahannya atas situasi yang mencekam.<br \/>\n\u201cKami hanya ingin hidup tenang, bekerja dan beribadah tanpa rasa takut,\u201d ungkap Markus Murib.<br \/>\nTragedi ini menjadi penanda bahwa narasi kebencian OPM tidak lagi mendapat tempat di hati masyarakat Papua. Kekuatan rakyat kini terletak pada suara damai dan penolakan terhadap kekerasan. Sebuah sinyal kuat bahwa Papua menolak tunduk pada teror, dan memilih jalan damai untuk masa depan yang bermartabat. (^)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAYAWIJAYA \u2013 Jayawijaya kembali menjadi saksi kekejaman Organisasi Papua Merdeka (OPM) usai penembakan brutal terhadap&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-34105","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34105","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=34105"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34105\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":34106,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34105\/revisions\/34106"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=34105"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=34105"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=34105"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=34105"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}