{"id":34184,"date":"2025-06-10T00:50:21","date_gmt":"2025-06-10T00:50:21","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=34184"},"modified":"2025-06-10T00:50:22","modified_gmt":"2025-06-10T00:50:22","slug":"presiden-prabowo-targetkan-seluruh-anak-dapat-akses-makan-bergizi-gratis-pada-akhir-2025","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2025\/06\/10\/presiden-prabowo-targetkan-seluruh-anak-dapat-akses-makan-bergizi-gratis-pada-akhir-2025\/","title":{"rendered":"Presiden Prabowo Targetkan Seluruh Anak Dapat Akses Makan Bergizi Gratis pada Akhir 2025"},"content":{"rendered":"<p>Jakarta \u2013 Presiden Prabowo Subianto memastikan bahwa seluruh anak di Indonesia akan mendapatkan akses makan bergizi gratis paling lambat pada akhir 2025.<\/p>\n<p>Ia menyadari bahwa pelaksanaan program ini tidak mudah, namun menegaskan bahwa pemerintah sudah menyiapkan anggarannya.<\/p>\n<p>\u201cMakan bergizi ini secara fisik tidak mudah untuk segera menyentuh seluruh rakyat. Karena itu, saya, Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, minta maaf kepada semua orang tua dan anak-anak yang belum menerima. Tapi saya yakin, di akhir 2025 semua anak Indonesia akan dapat makan bergizi,\u201d ujar Presiden Prabowo.<\/p>\n<p>Ia menjelaskan, tantangan utama tidak hanya pada pendistribusian secara fisik, tetapi juga dalam menjaga akuntabilitas anggaran.<\/p>\n<p>\u201cProses pengamanan dana agar tidak disalahgunakan juga memerlukan waktu. Tapi saya tekankan, kita harus mencari cara terbaik dan tercepat agar anak-anak kita segera merasakan manfaatnya,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Presiden juga menambahkan, meskipun program ini tergolong besar dan kompleks, pemerintah telah memastikan pendanaan tersedia.<\/p>\n<p>\u201cIni proyek besar, tidak ringan secara fisik. Tapi saya jamin, dananya ada. Anak-anak Indonesia pasti dapat makan bergizi. Yang tidak butuh, tidak usah ikut. Berikan jatahnya kepada yang benar-benar membutuhkan,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyampaikan bahwa hingga Mei 2025, program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjangkau 4,4 juta penerima manfaat melalui 1.583 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Nasional (SPPG) di seluruh provinsi.<\/p>\n<p>\u201cPer Mei, kita sudah layani 4,4 juta orang di 1.583 SPPG di 38 provinsi. Awalnya hanya 190 SPPG dan 300-400 penerima,\u201d ujar Dadan.<\/p>\n<p>Ia menargetkan jumlah penerima akan melonjak menjadi 20 juta pada Agustus, mencakup ibu hamil, menyusui, balita, hingga siswa dari PAUD sampai SMA serta santri.<\/p>\n<p>Dadan menilai program ini sebagai investasi strategis untuk mewujudkan generasi emas 2045.<\/p>\n<p>\u201cManfaat jangka panjangnya besar, tapi dalam waktu dekat kita sudah lihat dampaknya, misalnya peningkatan kehadiran siswa dari 70-75 persen menjadi 95 persen,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Di Papua Barat, Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama mulai menjalankan Program MBG pada Juni 2025 untuk 4.926 siswa di tiga distrik.<\/p>\n<p>Bupati Elysa Auri menegaskan penggunaan bahan baku lokal agar program ini turut menggerakkan ekonomi masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cBelanja bahan bakunya tidak keluar dari Wondama. Pedagang lokal sudah disiapkan,\u201d ujarnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta \u2013 Presiden Prabowo Subianto memastikan bahwa seluruh anak di Indonesia akan mendapatkan akses makan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-34184","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34184","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=34184"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34184\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":34185,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34184\/revisions\/34185"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=34184"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=34184"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=34184"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=34184"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}