{"id":34287,"date":"2025-06-12T08:44:06","date_gmt":"2025-06-12T08:44:06","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=34287"},"modified":"2025-06-12T08:44:07","modified_gmt":"2025-06-12T08:44:07","slug":"apotek-desa-menjadi-solusi-nyata-hadapi-krisis-akses-obat-di-daerah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2025\/06\/12\/apotek-desa-menjadi-solusi-nyata-hadapi-krisis-akses-obat-di-daerah\/","title":{"rendered":"Apotek Desa Menjadi Solusi Nyata Hadapi Krisis Akses Obat di Daerah"},"content":{"rendered":"<p>Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya menghadirkan apotek di setiap desa di Indonesia sebagai bagian dari strategi memperluas akses obat murah dan terjangkau. Pemerintah menghendaki tiap desa memiliki apotek dengan obat yang terjangkau Masyarakat desa.<\/p>\n<p>\u201cJadi tiap desa akan punya apotek dengan obat yang terjangkau oleh rakyat desa,\u201d ujar Presiden Prabowo.<\/p>\n<p>Ia menambahkan bahwa obat yang tersedia merupakan obat generik yang memiliki kualitas sama, meski tanpa kemasan mewah.<\/p>\n<p>\u201cObatnya bisa sepertiga bahkan hanya 10 persen dari harga di kota-kota,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Program ini akan terintegrasi dalam rencana pendirian 80 ribu koperasi desa yang masuk dalam jaringan nasional.<\/p>\n<p>\u201cSetiap desa akan kita bantu dengan kredit, punya gudang, kamar pendingin, bahkan dua truk untuk distribusi,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menyebut keterbatasan akses layanan kesehatan yang dialami masyarakat selama pandemi menjadi pelajaran berharga.<\/p>\n<p>\u201cYang akan segera dijalankan adalah klinik dan apotek desa. Sepuluh ribu puskesmas belum cukup,\u201d kata Menkes Budi.<\/p>\n<p>Menurutnya, hanya dengan memperluas layanan hingga 85 ribu desa kebutuhan dasar kesehatan bisa terpenuhi.<\/p>\n<p>Ia menjelaskan akan mengkonsolidasikan 66 ribu Pustu dan Poskesdes untuk membentuk sistem yang lebih merata.<\/p>\n<p>\u201cRegulasi akan kita dorong masuk dalam Undang-Undang,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Program ini juga akan mendukung pemerataan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang kini masih menjangkau 1,5 juta orang.<\/p>\n<p>Untuk mengatasi kekurangan tenaga medis di desa, pemerintah akan menempatkan perawat dan bidan di tiap fasilitas.<\/p>\n<p>\u201cMungkin akan ramai karena saya ingin nurse-nya kita naikkan statusnya, kayak dulu ada mantri. Tapi kalau tidak begitu, layanan tak akan menjangkau desa-desa,\u201d jelas Menkes.<\/p>\n<p>Ia menambahkan, solusi ini bisa dijalankan dengan pelatihan tambahan serta pendampingan dari dokter agar tetap sesuai standar.<\/p>\n<p>Sementara itu, Direktur Utama PT Bio Farma (Persero), Shadiq Akasya, menyatakan kesiapannya untuk memasok obat-obatan ke jaringan apotek desa.<\/p>\n<p>\u201cKami siap, tapi masih menunggu arahan dari Kemenkes dan Kemenkop,\u201d katanya dalam rapat dengan DPR RI.<\/p>\n<p>Bio Farma juga telah mengajukan daftar produk obat yang siap didistribusikan.<\/p>\n<p>Apotek desa akan menjadi bagian dari unit usaha Koperasi Desa Merah Putih, yang juga mengelola toko sembako, klinik, dan distribusi logistik.<\/p>\n<p>Program ini dijadwalkan resmi diluncurkan pada 12 Juli mendatang, bertepatan dengan Hari Koperasi Nasional.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya menghadirkan apotek di setiap desa di Indonesia sebagai bagian dari strategi memperluas akses obat murah dan terjangkau. Pemerintah menghendaki tiap desa memiliki apotek dengan obat yang terjangkau Masyarakat desa. \u201cJadi tiap desa akan punya apotek dengan obat yang terjangkau oleh rakyat desa,\u201d ujar Presiden Prabowo. Ia menambahkan bahwa obat yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-34287","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34287","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=34287"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34287\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":34288,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34287\/revisions\/34288"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=34287"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=34287"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=34287"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}