{"id":34479,"date":"2025-06-17T08:13:48","date_gmt":"2025-06-17T08:13:48","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=34479"},"modified":"2025-06-17T08:13:49","modified_gmt":"2025-06-17T08:13:49","slug":"swasembada-pangan-dan-energi-kunci-kemandirian-ekonomi-nasional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2025\/06\/17\/swasembada-pangan-dan-energi-kunci-kemandirian-ekonomi-nasional\/","title":{"rendered":"Swasembada Pangan dan Energi, Kunci Kemandirian Ekonomi Nasional"},"content":{"rendered":"<p>Jakarta \u2013 Swasembada pangan dan energi kembali menjadi perhatian utama dalam agenda pembangunan nasional. Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Muhammad Rizal Taufikurahman, menegaskan bahwa upaya mencapai swasembada merupakan keniscayaan yang tidak bisa ditunda bagi bangsa Indonesia.<\/p>\n<p>\u201cSwasembada pangan dan energi ini mencerminkan dari pertahanan pangan sebuah negara, termasuk juga energi. Urgensinya sangat penting. Dengan potensi besar yang dimiliki, swasembada bukan hanya mungkin dicapai, tetapi menjadi keharusan,\u201d jelas Rizal.<\/p>\n<p>Menurutnya, makna swasembada tidak hanya sebatas pemenuhan kebutuhan dalam negeri, tetapi juga kemampuan mengekspor kelebihan produksi. <\/p>\n<p>\u201cSwasembada artinya kebutuhan pangan dan energi rakyat terpenuhi, bahkan hingga bisa diekspor. Dalam logika ekonomi, ini akan menggerek pertumbuhan ekonomi nasional,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Sektor pertanian dan energi selama ini telah memberikan kontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Lebih dari itu, sektor ini juga terbukti menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. <\/p>\n<p>\u201cSektor pertanian pernah menyerap hingga 45 juta tenaga kerja. Ini menunjukkan betapa strategisnya sektor tersebut dalam mendukung stabilitas ekonomi nasional,\u201d tambah Rizal.<\/p>\n<p>Ia juga menyoroti komitmen Presiden Prabowo Subianto yang disebutnya memiliki perhatian serius terhadap nasib petani dan pembangunan pertanian nasional. \u201cPresiden Prabowo paham betul, beliau sangat concern dengan petani dan pertanian. Harapannya tentu agar seluruh masyarakat bisa mengakses pangan dengan layak dan merata,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Meskipun upaya pemerintah sudah menunjukkan arah yang jelas melalui berbagai kebijakan, roadmap, dan strategi, Rizal menilai bahwa tantangan terbesar justru terletak pada konsistensi pelaksanaan. <\/p>\n<p>\u201cKeberhasilan program ini bergantung pada implementasi yang konsisten, pengawasan ketat, dan keberanian politik untuk menjalankannya. Ini bukan pekerjaan mudah, tapi sangat memungkinkan jika dilakukan secara terintegrasi,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Ia juga menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dan sinergi lintas sektor. \u201cKita perlu dukungan dari semua elemen pemerintah, swasta, akademisi, hingga masyarakat agar swasembada tidak sekadar menjadi wacana, melainkan sebuah capaian nyata,\u201d tegas Rizal.<\/p>\n<p>Dengan komitmen politik yang kuat dan dukungan penuh dari semua pihak, swasembada pangan dan energi diyakini akan membawa Indonesia menuju kemandirian ekonomi yang sesungguhnya. []<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta \u2013 Swasembada pangan dan energi kembali menjadi perhatian utama dalam agenda pembangunan nasional. Ekonom&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-34479","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34479","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=34479"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34479\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":34480,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34479\/revisions\/34480"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=34479"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=34479"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=34479"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=34479"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}