{"id":34762,"date":"2025-06-23T13:24:59","date_gmt":"2025-06-23T13:24:59","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=34762"},"modified":"2025-06-23T13:25:00","modified_gmt":"2025-06-23T13:25:00","slug":"dukung-nkri-charles-kossay-tegaskan-opm-hambat-kemajuan-papua","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2025\/06\/23\/dukung-nkri-charles-kossay-tegaskan-opm-hambat-kemajuan-papua\/","title":{"rendered":"Dukung NKRI, Charles Kossay Tegaskan OPM Hambat Kemajuan Papua"},"content":{"rendered":"<p>Papua \u2013 Tokoh intelektual muda Papua Pegunungan, Charles Kossay, menyatakan keprihatinan mendalam atas serangkaian aksi kekerasan yang dilakukan oleh OPM, termasuk penembakan terhadap para pekerja pembangunan gereja GKI di Air Garam, Distrik Asotipo, Kabupaten Jayawijaya. Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran terhadap hak hidup dan hak asasi manusia yang paling mendasar.<\/p>\n<p>\u201cTidak ada alasan apapun yang bisa membenarkan kekerasan terhadap warga sipil,\u201d tegas Charles.<\/p>\n<p>Menurut Charles, aksi-aksi OPM selama ini bukan hanya bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan, tetapi juga menghambat kemajuan dan pembangunan Papua. Warga sipil menjadi korban dan masyarakat menjadi trauma sehingga enggan menjalankan aktivitas sehari-hari seperti bekerja di kebun, pergi ke kantor, hingga menyelenggarakan acara adat maupun keagamaan.<\/p>\n<p>\u201cKegiatan masyarakat lumpuh total akibat teror dan kekerasan ini. OPM bukan pembela rakyat, tapi perusak masa depan Papua,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Charles juga menilai bahwa selama ini masyarakat Papua justru mendambakan kedamaian dan kemajuan. Keberadaan pemerintah yang membangun jalan, fasilitas pendidikan, dan tempat ibadah semestinya mendapat dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat. Sayangnya, kelompok bersenjata seperti OPM justru berupaya menggagalkan proses pembangunan yang sedang berjalan.<\/p>\n<p>\u201cYang dibutuhkan masyarakat Papua adalah kesejahteraan dan rasa aman, bukan propaganda separatis yang merugikan banyak orang,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Sebagai tokoh muda yang lahir dan besar di wilayah Pegunungan Papua, Charles menegaskan komitmennya terhadap keutuhan NKRI. Ia mengajak seluruh generasi muda Papua untuk tidak terprovokasi oleh narasi kekerasan yang disebarkan kelompok separatis.<\/p>\n<p>\u201cKita butuh pendidikan, pekerjaan, dan pembangunan. Itu semua hanya bisa tercapai dalam suasana damai dan bersatu dalam NKRI,\u201d ujar Charles.<\/p>\n<p>Pemerintah, menurutnya, telah menunjukkan keberpihakan nyata terhadap Papua melalui berbagai program pembangunan, termasuk infrastruktur dan pelayanan dasar. Oleh karena itu, dukungan terhadap langkah-langkah aparat keamanan dalam menegakkan hukum di wilayah rawan konflik menjadi penting demi melindungi masyarakat sipil.<\/p>\n<p>\u201cKita harus dukung aparat negara yang sedang berjuang di medan sulit untuk menjaga Papua tetap aman dan damai,\u201d tegas Charles menutup pernyataannya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Papua \u2013 Tokoh intelektual muda Papua Pegunungan, Charles Kossay, menyatakan keprihatinan mendalam atas serangkaian aksi&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-34762","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34762","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=34762"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34762\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":34763,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34762\/revisions\/34763"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=34762"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=34762"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=34762"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=34762"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}