{"id":34986,"date":"2025-06-30T01:11:16","date_gmt":"2025-06-30T01:11:16","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=34986"},"modified":"2025-06-30T01:11:17","modified_gmt":"2025-06-30T01:11:17","slug":"rumah-subsidi-dorong-perputaran-ekonomi-di-wilayah-baru","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2025\/06\/30\/rumah-subsidi-dorong-perputaran-ekonomi-di-wilayah-baru\/","title":{"rendered":"Rumah Subsidi Dorong Perputaran Ekonomi di Wilayah Baru"},"content":{"rendered":"<p>Pemerintah mencatat lonjakan signifikan dalam program rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), dengan peningkatan kuota dari 250 ribu unit menjadi 350 ribu unit pada tahun 2025.<\/p>\n<p>Kebijakan ini tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan hunian, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi di wilayah-wilayah baru yang menjadi lokasi pembangunan.<\/p>\n<p>Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, menyatakan bahwa pembangunan rumah subsidi memiliki dampak langsung terhadap lapangan kerja.<\/p>\n<p>\u201cPembangunan satu rumah subsidi membutuhkan lima orang pekerja. Artinya, 350 ribu unit rumah yang dibangun tahun ini akan menyerap sekitar 1,65 juta tenaga kerja,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Maruarar menambahkan, kehadiran para pekerja di lokasi proyek turut menggerakkan ekonomi mikro.<\/p>\n<p>\u201cDi sekitar kawasan pembangunan, muncul berbagai usaha kecil seperti warung makan, jasa logistik, dan penyedia kebutuhan harian. Ekosistem ini tumbuh karena ada aktivitas konstruksi yang berjalan,\u201d kata dia.<\/p>\n<p>Menurut Maruarar, pembangunan massal ini juga memberi dorongan pada sektor logistik dan pasokan bahan bangunan.<\/p>\n<p>\u201cPermintaan akan semen, keramik, baja ringan, dan layanan transportasi barang meningkat tajam. Dengan begitu, ekonomi ini bergerak, tidak hanya di sektor perumahan tapi juga industri pendukungnya,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Untuk menopang peningkatan kuota tersebut, pemerintah mengalokasikan dana FLPP sebesar Rp43 triliun pada 2025 angka tertinggi sepanjang sejarah program.<\/p>\n<p>Skema pembiayaan ini terdiri dari kombinasi 75% dana pemerintah dan 25% dana bank, dengan dukungan dari Sarana Multigriya Finansial (SMF) serta penyertaan modal negara sebesar Rp7,02 triliun.<\/p>\n<p>Wakil Menteri Keuangan, Thomas Djiwandono, menyampaikan bahwa hingga 31 Mei 2025, realisasi dana FLPP telah mencapai Rp12,59 triliun.<\/p>\n<p>\u201cAnggaran ini mendukung pembangunan 101.707 unit rumah di 379 kabupaten\/kota, meningkat dari 88.482 unit pada bulan sebelumnya,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Thomas menjelaskan bahwa alokasi FLPP tahun ini sebenarnya ditargetkan untuk 220.000 unit rumah senilai Rp18,77 triliun. Namun, pemerintah sedang menyiapkan tambahan anggaran untuk mendukung target program tiga juta rumah.<\/p>\n<p>\u201cSebanyak Rp11,5 triliun dari total alokasi telah dicairkan ke BP Tapera,\u201d ujar dia.<\/p>\n<p>Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa akselerasi program FLPP merupakan bagian dari prioritas Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n<p>\u201cPresiden terus meminta jajaran menteri mempercepat program-program strategis, termasuk peningkatan target FLPP. Tujuannya jelas: menciptakan efek pengganda bagi perekonomian nasional,\u201d tegasnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pemerintah mencatat lonjakan signifikan dalam program rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), dengan peningkatan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-34986","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34986","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=34986"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34986\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":34987,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34986\/revisions\/34987"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=34986"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=34986"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=34986"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=34986"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}