{"id":35006,"date":"2025-06-30T08:07:05","date_gmt":"2025-06-30T08:07:05","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=35006"},"modified":"2025-06-30T08:07:06","modified_gmt":"2025-06-30T08:07:06","slug":"dipilih-rakyat-secara-konstitusional-wacana-pemakzulan-wapres-gibran-tak-relevan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2025\/06\/30\/dipilih-rakyat-secara-konstitusional-wacana-pemakzulan-wapres-gibran-tak-relevan\/","title":{"rendered":"Dipilih Rakyat Secara Konstitusional, Wacana Pemakzulan Wapres Gibran Tak Relevan"},"content":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2013 Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI), Boni Hargens, menyayangkan adanya dorongan dari sejumlah kelompok masyarakat untuk memakzulkan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Ia menegaskan bahwa langkah tersebut tidak memiliki dasar hukum dan sarat sentimen politik.<\/p>\n<p>\u201cSemua orang harus mengakui memiliki persamaan hak, persamaan derajat dan persamaan kewajiban. Harus ikuti aturan konstitusi dan jangan sampai terjadi karena tidak suka, sentimen pribadi atau politik, kemudian berperilaku tidak adil dengan mendorong pemakzulan,\u201d ujar Boni,<\/p>\n<p>Menurut Boni, setidaknya ada empat alasan kuat untuk menolak wacana pemakzulan Gibran. Pertama, wacana tersebut tidak konstitusional.<\/p>\n<p>\u201cKalau dari awal memang bermasalah, harusnya pemilunya yang diboikot, bukan hasilnya,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Kedua, ia menjelaskan bahwa presiden dan wakil presiden adalah satu kesatuan dalam sistem pemilu Indonesia dan tidak bisa dicopot hanya salah satunya kecuali melanggar pasal 7A UUD 1945.<\/p>\n<p>\u201cJika pemakzulan terjadi tanpa adanya pelanggaran berkekuatan hukum tetap, maka hal tersebut akan menjadi preseden buruk bagi perkembangan politik ke depan,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Ketiga, ia menilai langkah tersebut bisa mengganggu stabilitas pemerintahan.<\/p>\n<p>\u201cTanpa dasar putusan hukum tetap, kemudian ada sanksi atau hukuman, ini sama artinya dengan tiadanya hukum,\u201d ungkap Boni.<\/p>\n<p>Keempat, ia mengingatkan bahwa calon pengganti wakil presiden belum tentu mendukung demokrasi.<\/p>\n<p>\u201cBisa saja sosok yang memperkeruh perkembangan demokrasi seperti oligarki dan lain sebagainya,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Senada, Sekretaris Jenderal Partai Golkar Sarmuji juga menegaskan bahwa Gibran dipilih secara sah melalui mekanisme Pilpres dan Mahkamah Konstitusi.<\/p>\n<p>\u201c\u201dWapres Gibran terpilih secara konstitusional melalui pilpres dan Mahkamah Konstitusi. Hingga saat ini Wapres Gibran juga tidak melakukan pelanggaran yang bisa mengakibatkan pemakzulan,\u201d kata Sarmuji<\/p>\n<p>Dirinya pun mengajak masyarakat untuk bersatu padu untuk memajukan Indonesia dan menolak narasi provokatif yang dapat memecah belah bangsa.<\/p>\n<p>\u201cSebaiknya energi bangsa difokuskan untuk membangun agar Indonesia lebih maju. Bukan hal-hal yang bisa memicu persengketaan yang tidak ada habisnya,\u201d pungkasnya.*<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2013 Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI), Boni Hargens, menyayangkan adanya dorongan dari sejumlah kelompok&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-35006","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35006","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=35006"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35006\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":35007,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35006\/revisions\/35007"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=35006"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=35006"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=35006"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=35006"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}