{"id":35894,"date":"2025-07-21T13:21:11","date_gmt":"2025-07-21T13:21:11","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=35894"},"modified":"2025-07-21T13:21:12","modified_gmt":"2025-07-21T13:21:12","slug":"presiden-prabowo-resmikan-80-ribu-koperasi-desa-merah-putih-langkah-nyata-menuju-kemerdekaan-ekonomi-rakyat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2025\/07\/21\/presiden-prabowo-resmikan-80-ribu-koperasi-desa-merah-putih-langkah-nyata-menuju-kemerdekaan-ekonomi-rakyat\/","title":{"rendered":"Presiden Prabowo Resmikan 80 Ribu Koperasi Desa Merah Putih Langkah Nyata Menuju Kemerdekaan Ekonomi Rakyat"},"content":{"rendered":"<p>Klaten \u0097 Presiden Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan lebih dari 80 ribu Koperasi Desa Merah Putih di Desa Bentangan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Peresmian ini menjadi tonggak penting dalam sejarah gerakan ekonomi rakyat, menandai dimulainya sistem koperasi modern berbasis desa yang bertujuan mempercepat pertumbuhan ekonomi rakyat secara berkelanjutan.<\/p>\n<p>\u201cHari ini adalah hari bersejarah. Kita mulai sesuatu yang besar,\u201d tegas Presiden Prabowo di hadapan ratusan warga desa yang turut hadir dalam peresmian tersebut. Menurutnya, koperasi adalah sarana penguatan rakyat kecil yang telah lama diperjuangkan para pendiri bangsa.<\/p>\n<p>\u201cKoperasi adalah konsep untuk mereka yang lemah. Filosofinya seperti lidi: satu tak berarti, tapi jika bersatu menjadi kekuatan besar. Itulah semangat gotong royong,\u201d ujarnya. Prabowo juga menegaskan bahwa kemerdekaan sejati bukanlah semata simbol, melainkan kemerdekaan ekonomi yang menjamin seluruh rakyat bisa hidup layak. \u201cMasih banyak rakyat kita yang lapar, yang miskin. Mereka belum merdeka secara nyata. Negara yang benar-benar merdeka harus mampu memberi makan rakyatnya sendiri,\u201d katanya dengan nada tegas.<\/p>\n<p>Melanjutkan visi besar tersebut, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyampaikan bahwa hingga saat ini sudah terbentuk secara hukum sebanyak 80.081 koperasi desa\/kelurahan (Kopdes) Merah Putih di seluruh Indonesia, dengan 108 di antaranya telah siap beroperasi.<\/p>\n<p>\u201cIni melahirkan wajah baru koperasi Indonesia. Kopdes Merah Putih menjadi tonggak awal gerakan koperasi modern yang efektif dan digital,\u201d jelas Zulkifli saat membuka acara. Ia menekankan bahwa kemandirian pangan adalah kunci utama kemajuan bangsa. \u201cKita tidak boleh bergantung pada impor pangan. Kita harus berdaulat, berswasembada pangan, air, dan energi. Kita harus memberdayakan petani kita sendiri dengan sistem yang adil dan berkelanjutan,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Zulkifli juga menjelaskan bahwa koperasi ini akan dilengkapi berbagai unit usaha seperti outlet gas elpiji 3 kilogram, klinik desa, gudang dan pengering padi, koperasi simpan pinjam, hingga sarana logistik dan usaha berbasis potensi desa. Fasilitas ini akan memanfaatkan aset desa yang sudah ada, seperti gedung pertemuan dan sekolah tidak terpakai.<\/p>\n<p>\u201cIni baru langkah awal. Target kita memastikan seluruh kopdes beroperasi dalam tiga bulan ke depan. Dan saya yakin tiga hingga empat tahun ke depan akan tumbuh sentra-sentra ekonomi baru di desa. Akan muncul usaha rakyat dan pertumbuhan ekonomi rakyat dipercepat,\u201d tandasnya.<\/p>\n<p>Dengan peluncuran Kopdes Merah Putih ini, pemerintah menunjukkan komitmen serius dalam mendorong ekonomi kerakyatan dari bawah. Semangat koperasi sebagai bentuk perjuangan ekonomi rakyat kembali dihidupkan, menjadikan desa sebagai pusat kekuatan ekonomi baru Indonesia.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Klaten \u0097 Presiden Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan lebih dari 80 ribu Koperasi Desa Merah&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-35894","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35894","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=35894"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35894\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":35895,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35894\/revisions\/35895"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=35894"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=35894"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=35894"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=35894"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}