{"id":35950,"date":"2025-07-22T09:12:29","date_gmt":"2025-07-22T09:12:29","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=35950"},"modified":"2025-07-22T09:12:29","modified_gmt":"2025-07-22T09:12:29","slug":"kesepakatan-presiden-prabowo-dengan-trump-soal-tarif-19-persen-sudah-menguntungkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2025\/07\/22\/kesepakatan-presiden-prabowo-dengan-trump-soal-tarif-19-persen-sudah-menguntungkan\/","title":{"rendered":"Kesepakatan Presiden Prabowo dengan Trump Soal Tarif 19 Persen Sudah Menguntungkan"},"content":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2014 Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa kesepakatan tarif impor sebesar 19 persen yang berhasil dicapai bersama dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump membawa berbagai macam keuntungan bagi Indonesia.<\/p>\n<p>Melalui akun Instagram @prabowo, Presiden Prabowo menyebut bahwa perjanjian tersebut sebagai sebuah langkah terbaik dalam upaya untuk meningkatkan hubungan dagang kedua negara.<\/p>\n<p>\u201cSaya baru saja melakukan pembicaraan yang sangat baik dengan Presiden Donald Trump,\u201d kata Kepala Negara.<\/p>\n<p>\u201cKami sepakat untuk membawa hubungan perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat ke era baru yang saling menguntungkan bagi kedua negara kita yang besar,\u201d tulis Prabowo.<\/p>\n<p>Menteri Perdagangan Budi Santoso menjelaskan bahwa pengenaan tarif resiprokal yang hanya 19 persen terhadap barang ekspor Indonesia tersebut memberikan setidaknya dua manfaat penting.<\/p>\n<p>\u201cJadi ini ada dua yang kita dapatkan investasi masuk dan yang kedua ekspor kita meningkat. Jadi daya saing kita juga semakin meningkat,\u201d ujar Budi di Kantor Kemendag, Jakarta.<\/p>\n<p>Budi menegaskan bahwa peluang ekspor Indonesia ke Amerika Serikat kini menjadi semakin besar.<\/p>\n<p>\u201cKesempatan untuk ekspor ke Amerika justru sekarang semakin besar, jadi kita memanfaatkan dengan sebaik-baiknya,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, Menteri Budi juga mengungkapkan bahwa tarif 19 persen tersebut merupakan yang terendah diantara negara-negara kawasan ASEAN yang lain.<\/p>\n<p>Menurutnya, kebijakan ini diharapkan tetap bertahan hingga jadwal penerapan pada Agustus mendatang.<\/p>\n<p>Budi menyebut tarif rendah tersebut dapat menarik investasi asing masuk ke Indonesia.<\/p>\n<p>\u201cKalau kita mempunyai kelebihan kan berarti ini bisa menarik investasi asing datang. Investasi asing datang ke Indonesia untuk bisa ekspor ke Amerika,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Analis Senior Indonesia Strategic and Economic Action Institution Ronny P Sasmita memandang kebijakan tarif 19 persen bagi Indonesia dan 0 persen bagi AS sudah adil dalam kerangka geopolitik.<\/p>\n<p>\u201cWalaupun istilahnya reciprocal theory, tapi reciprocal itu tidak harus bermakna bahwa situ kenakan satu, saya juga kenakan satu,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Ronny menekankan impor produk energi, pertanian, hingga pesawat dari AS merupakan kebutuhan Indonesia yang tak dapat diproduksi sendiri.<\/p>\n<p>\u201cJadi artinya semua yang kita impor selama ini, kita impor tetap dari Amerika dengan tarif yang nol, sehingga akan lebih murah di Indonesianya,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Menuurtnya hal ini akan menguntungkan perusahaan dan konsumen Indonesia. (*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2014 Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa kesepakatan tarif impor sebesar 19 persen yang berhasil dicapai bersama dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump membawa berbagai macam keuntungan bagi Indonesia. Melalui akun Instagram @prabowo, Presiden Prabowo menyebut bahwa perjanjian tersebut sebagai sebuah langkah terbaik dalam upaya untuk meningkatkan hubungan dagang kedua negara. \u201cSaya baru saja melakukan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-35950","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35950","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=35950"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35950\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":35951,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35950\/revisions\/35951"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=35950"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=35950"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=35950"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}