{"id":35956,"date":"2025-07-22T09:14:16","date_gmt":"2025-07-22T09:14:16","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=35956"},"modified":"2025-07-22T09:14:17","modified_gmt":"2025-07-22T09:14:17","slug":"narasi-indonesia-cemas-tak-berdasar-pemerintah-percepat-pemerataan-dan-peningkatan-kualitas-pendidikan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2025\/07\/22\/narasi-indonesia-cemas-tak-berdasar-pemerintah-percepat-pemerataan-dan-peningkatan-kualitas-pendidikan\/","title":{"rendered":"Narasi Indonesia Cemas Tak Berdasar, Pemerintah Percepat Pemerataan dan Peningkatan Kualitas Pendidikan"},"content":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2014 Narasi pesimistis yang digulirkan melalui kampanye \u201cIndonesia Cemas\u201d dinilai sebagai upaya sistematis untuk menciptakan kegaduhan politik dan mencoreng capaian pembangunan nasional. Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa gerakan seperti \u201cIndonesia Gelap\u201d dan seruan \u201cKabur Aja Dulu\u201d bukanlah ekspresi murni keresahan rakyat, melainkan rekayasa politik yang disponsori oleh kelompok koruptor.<\/p>\n<p>\u201cDan ternyata memang ini adalah rekayasa. Ini dibuat-buat. Ini dibayar. Oleh siapa? Oleh mereka-mereka yang ingin Indonesia selalu gaduh, Indonesia selalu miskin,\u201d tegas Prabowo dalam pidatonya.<\/p>\n<p>Presiden Prabowo menyampaikan bahwa narasi krisis yang digaungkan sejumlah pihak justru bertolak belakang dengan kondisi riil bangsa saat ini. Indonesia tengah memasuki era transformasi besar di bawah pemerintahan baru, dengan fokus utama pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan yang merata dan berkualitas.<\/p>\n<p>\u201cIndonesia cerah. Masa depan Indonesia cerah. Saya sudah lihat angka-angkanya. Kekayaan kita luar biasa, tinggal kita bisa mengelola atau tidak, tinggal kita berani atau tidak menjalankan perintah Undang-Undang Dasar,\u201d ujar Prabowo.<\/p>\n<p>Pemerintah secara konkret telah mempercepat program-program strategis di sektor pendidikan, mulai dari pembangunan sekolah-sekolah di daerah tertinggal, pelatihan guru, hingga perluasan akses pendidikan tinggi. Kebijakan ini merupakan respons nyata terhadap tantangan jangka panjang, bukan sekadar retorika.<\/p>\n<p>Sementara itu, upaya provokatif seperti aksi bertajuk \u201cAksi Serentak\u201d yang digalang oleh kelompok tertentu mulai 25\u201328 Juli mendatang dinilai minim substansi dan berisiko mengganggu stabilitas nasional. Tagar-tagar seperti #IndonesiaCemas dan #IndonesiaMakinGelap yang mereka sebarkan di media sosial dikritik luas karena tidak berdasar dan hanya bersifat agitasi politik.<\/p>\n<p>Aktivis Corong Rakyat, Hasan, menilai bahwa Gerakan mahasiswa semestinya bersandar pada data, bukan hanya narasi gelap penuh pesimisme.<\/p>\n<p>\u201cKita justru sedang menyongsong pemerintahan baru yang kuat dan sah, kenapa justru dipojokkan dengan narasi yang dibangun oleh elite tertentu?\u201d, tegasnya.<\/p>\n<p>Peneliti CIE, Muhammad Chaerul, turut menegaskan bahwa bangsa ini memerlukan stabilitas untuk mempercepat pemulihan dan pembangunan.<\/p>\n<p>\u201cAksi jalanan bukan solusi. Pemerintah saat ini sedang bekerja membangun masa depan melalui pendidikan. Itu yang perlu didukung, bukan diganggu,\u201d tegasnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2014 Narasi pesimistis yang digulirkan melalui kampanye \u201cIndonesia Cemas\u201d dinilai sebagai upaya sistematis untuk&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-35956","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35956","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=35956"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35956\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":35957,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35956\/revisions\/35957"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=35956"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=35956"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=35956"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=35956"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}