{"id":36176,"date":"2025-07-27T08:05:50","date_gmt":"2025-07-27T08:05:50","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=36176"},"modified":"2025-07-27T08:05:50","modified_gmt":"2025-07-27T08:05:50","slug":"pemerintah-dorong-lapangan-kerja-berkualitas-demi-pertumbuhan-ekonomi-berkelanjutan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2025\/07\/27\/pemerintah-dorong-lapangan-kerja-berkualitas-demi-pertumbuhan-ekonomi-berkelanjutan\/","title":{"rendered":"Pemerintah Dorong Lapangan Kerja Berkualitas Demi Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan"},"content":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2013 Upaya pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi terus dilakukan dengan mengoptimalkan penciptaan lapangan kerja di berbagai sektor. Melalui program-program strategis dan kolaborasi lintas kementerian, pemerintah menegaskan komitmennya dalam menekan angka pengangguran dan meningkatkan daya serap tenaga kerja, baik di kota besar maupun pedesaan.<\/p>\n<p>Deputi Bidang Diseminasi dan Media Informasi Kantor Komunikasi Kepresidenan, Noudhy Valdryno, menyampaikan pemerintah tidak tinggal diam terhadap sorotan media internasional terkait angka pengangguran di Indonesia. Berbagai inisiatif tengah digencarkan guna membuka peluang kerja yang luas.<\/p>\n<p>\u201cPemerintah saat ini sedang memprioritaskan berbagai program yang bertujuan menciptakan lapangan pekerjaan, salah satu adalah Koperasi Desa Merah Putih. Program ini memiliki konsep serupa dengan makan bergizi gratis, karena sama-sama membuka peluang kerja baru,\u201d ujar Noudhy.<\/p>\n<p>Program prioritas pemerintah, tidak hanya menyasar wilayah perkotaan tetapi juga menjangkau hingga ke pelosok desa. Program unggulan yang baru saja diluncurkan adalah Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih yang bertujuan menciptakan lapangan kerja lokal berkualitas.<\/p>\n<p>\u201cSaat ini, fokus kita adalah menjalankan berbagai program yang sejalan dengan Asta Cita, 17 program prioritas, serta 8 program percepatan hasil unggulan Presiden. Harapannya, semua inisiatif ini bisa memberikan efek berantai yang positif di daerah-daerah,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Ia juga menekankan pentingnya menciptakan lapangan kerja yang layak bagi para sarjana dari berbagai jurusan.<\/p>\n<p>\u201cArtinya, jika ada seorang sarjana yang pergi ke provinsi atau daerah untuk mencari pekerjaan di sektor pertanian, kita harus memastikan bahwa pekerjaan tersebut mampu memberikan penghasilan yang layak,\u201d ungkap Noudhy.<\/p>\n<p>Noudhy menambahkan bahwa negara bertanggung jawab dalam memastikan kualitas pekerjaan yang diciptakan, agar di berbagai daerah di Indonesia tercipta lapangan kerja yang layak dengan kualitas yang baik<\/p>\n<p>\u201cInilah tanggung jawab negara dan alasan utama hadirnya program seperti Koperasi Desa Merah Putih, agar tercipta lapangan kerja yang layak,\u201d imbuhnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengungkapkan pentingnya pendekatan baru dalam menciptakan lapangan kerja, khususnya bagi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Ia menekankan perlunya kolaborasi lintas sektor dalam menjawab tantangan ketenagakerjaan saat ini.<\/p>\n<p>\u0093Upaya menciptakan lapangan kerja saat ini membutuhkan pendekatan yang melampaui sekadar menghubungkan elemen-elemen dasar,\u0094 tutur Yassierli.<\/p>\n<p>Ia menggarisbawahi pentingnya kerja bersama dalam menyelesaikan persoalan kebekerjaan. Menurutnya, potensi yang dimiliki oleh kementerian, pemerintah daerah, dunia usaha, dan institusi pendidikan harus disatukan dalam visi yang sama.<\/p>\n<p>\u0093Saat semua pihak memiliki visi yang sejalan, akan jauh lebih mudah bagi kita untuk menghadirkan solusi konkret bagi bangsa,\u0094 lanjutnya.<\/p>\n<p>Dengan pendekatan kolaboratif dan fokus pembangunan berbasis daerah, pemerintah berharap program-program strategis ini dapat memberikan dampak ekonomi yang signifikan dan menyeluruh bagi masyarakat.*<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2013 Upaya pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi terus dilakukan dengan mengoptimalkan penciptaan lapangan kerja&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-36176","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36176","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=36176"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36176\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":36177,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36176\/revisions\/36177"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=36176"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=36176"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=36176"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=36176"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}