{"id":36351,"date":"2025-08-01T23:43:22","date_gmt":"2025-08-01T23:43:22","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=36351"},"modified":"2025-08-01T23:43:22","modified_gmt":"2025-08-01T23:43:22","slug":"pemerintah-tuai-apresiasi-karena-penurunan-angka-kemiskinan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2025\/08\/01\/pemerintah-tuai-apresiasi-karena-penurunan-angka-kemiskinan\/","title":{"rendered":"Pemerintah Tuai Apresiasi Karena Penurunan Angka Kemiskinan"},"content":{"rendered":"<p>Upaya pemerintah dalam menekan angka kemiskinan terus menunjukkan hasil yang menggembirakan.<\/p>\n<p>Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa tingkat kemiskinan nasional per Maret 2025 turun menjadi 8,47 persen.<\/p>\n<p>Angka ini melanjutkan tren positif dari September 2024 yang tercatat 8,57 persen dan Maret 2024 yang mencapai 9,03 persen.<\/p>\n<p>Capaian ini menjadi sinyal bahwa strategi pembangunan menyeluruh yang dijalankan pemerintah mulai memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.<\/p>\n<p>Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebutkan bahwa penurunan ini merupakan buah dari kerja kolaboratif antara pemerintah pusat, daerah, dan seluruh elemen masyarakat.<\/p>\n<p>\u0093Penurunan ini adalah hasil kerja bersama yang solid,\u0094 ujarnya.<\/p>\n<p>Menurut Prasetyo, sejumlah program lintas sektor seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Merah Putih, dan kebijakan hilirisasi industri telah diarahkan untuk membuka lapangan kerja serta meningkatkan daya beli masyarakat.<\/p>\n<p>Ia menegaskan bahwa pemberdayaan ekonomi menjadi fondasi utama dalam menurunkan angka kemiskinan secara berkelanjutan.<\/p>\n<p>Apresiasi positif juga diraih di tingkat daerah.<\/p>\n<p>Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menjelaskan bahwa provinsinya berhasil menurunkan angka kemiskinan dari 9,79 persen pada Maret 2024 menjadi 9,50 persen pada Maret 2025.<\/p>\n<p>\u0093Sebanyak 17.940 warga berhasil dientaskan dari kemiskinan. Ini bukan sekadar angka, tetapi hasil kerja keras semua pihak,\u0094 ungkapnya.<\/p>\n<p>Ia menyebut bahwa penurunan ini melibatkan peran aktif pemerintah provinsi hingga ke tingkat desa, serta dukungan sektor swasta, perguruan tinggi, media, dan komunitas.<\/p>\n<p>Khofifah memaparkan bahwa penurunan lebih signifikan terjadi di perdesaan, yakni sebesar 0,44 persen poin atau sekitar 105.290 jiwa, sedangkan di perkotaan hanya sebesar 0,12 persen poin atau 1.510 jiwa.<\/p>\n<p>\u0093Disparitas kemiskinan antara desa dan kota juga terus menyempit, dari 7,59 persen menjadi 5,86 persen,\u0094 ujarnya.<\/p>\n<p>Ia juga menyampaikan bahwa Jawa Timur menjadi kontributor terbesar kedua di Pulau Jawa dan menyumbang 8,96 persen terhadap penurunan kemiskinan nasional.<\/p>\n<p>Di sisi lain, apresiasi terhadap pendekatan pemerintah datang dari kalangan politik.<\/p>\n<p>Wakil Ketua Umum Partai PRIMA, Wahida Baharudin Uppa, menyatakan bahwa kebijakan pengentasan kemiskinan kini tak lagi berfokus hanya pada bantuan sosial.<\/p>\n<p>\u0093Pemerintah tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi mendorong pemberdayaan ekonomi rakyat secara langsung,\u0094 katanya.<\/p>\n<p>Ia menilai program seperti Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE), KUBE, dan transformasi KPM PKH menjadi pilar penting menuju kemandirian.**<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Upaya pemerintah dalam menekan angka kemiskinan terus menunjukkan hasil yang menggembirakan. Data terbaru Badan Pusat&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-36351","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36351","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=36351"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36351\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":36352,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36351\/revisions\/36352"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=36351"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=36351"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=36351"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=36351"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}