{"id":36635,"date":"2025-08-07T08:38:08","date_gmt":"2025-08-07T08:38:08","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=36635"},"modified":"2025-08-07T08:38:09","modified_gmt":"2025-08-07T08:38:09","slug":"pengibaran-bendera-one-piece-bentuk-kreativitas-asal-tidak-langgar-batas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2025\/08\/07\/pengibaran-bendera-one-piece-bentuk-kreativitas-asal-tidak-langgar-batas\/","title":{"rendered":"Pengibaran Bendera One Piece Bentuk Kreativitas Asal Tidak Langgar Batas"},"content":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2014 Pengibaran bendera One Piece merupakan bentuk kreativitas masyarakat yang tidak berbahaya asal tidak melanggar batas dalam berbangsa dan bernegara.<\/p>\n<p>Menjelang HUT ke-80 Republik Indonesia, pengibaran bendera Jolly Roger milik kru bajak laut Topi Jerami muncul di berbagai wilayah.<\/p>\n<p>Respons pun datang dari sejumlah tokoh yang menilai aksi tersebut sebagai bagian dari kreativitas masyarakat, selama tidak melampaui batas nilai dan norma kebangsaan.<\/p>\n<p>Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyampaikan keyakinannya bahwa kecintaan masyarakat terhadap Merah Putih tetap kokoh dan tak tergantikan oleh simbol lain.<\/p>\n<p>\u201cSaya kira kecintaan rakyat Indonesia kepada Merah Putih tidak akan tertukar dengan apa pun. Saya meyakini itu,\u201d ujar Muzani.<\/p>\n<p>Muzani menilai aksi tersebut sebagai bentuk ekspresi yang dilandasi semangat nasionalisme dan rasa syukur atas usia kemerdekaan yang menginjak 80 tahun.<\/p>\n<p>\u201cSaya kira itu ekspresi kreativitas, ekspresi inovasi, dan pasti hatinya adalah merah putih, semangatnya merah putih, bentuknya adalah syukur kepada Allah,\u201d sebutnya.<\/p>\n<p>Ia mengingatkan agar seluruh masyarakat tetap mengibarkan bendera Merah Putih sebagai penghormatan atas perjuangan para pahlawan.<\/p>\n<p>\u201cKarena itu, sebagai bentuk kesyukuran, kami berharap seluruh rakyat Indonesia merenungi apa yang sudah dilakukan oleh para pendiri bangsa dengan cara mengibarkan bendera Merah Putih,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Senada, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menganggap bahwa pengibaran bendera Jolly Roger bukan suatu masalah selama tidak dimanfaatkan untuk kepentingan yang memecah belah bangsa.<\/p>\n<p>\u201cYa, sebenarnya kemarin kan kami menyampaikan bahwa benderanya itu enggak ada masalah,\u201d kata Dasco, Senin (4\/8\/2025).<\/p>\n<p>Ia menegaskan bahwa bentuk ekspresi tersebut harus tetap berada dalam koridor kebangsaan dan tidak melewati batas.<\/p>\n<p>\u201cSecara keseluruhan, bahwa kreativitas pengibaran-pengibaran bendera dan juga pemakaian bendera One Piece itu menurut kita enggak ada masalah,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi turut memberikan peringatan agar kreativitas tidak menodai kesakralan HUT RI.<\/p>\n<p>\u201cKami sebagai pemerintah dan tentunya kita semua, kita berharap di bulan Agustus ini, janganlah ternodai dengan hal-hal yang (tidak) sakral,\u201d kata Prasetyo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.<\/p>\n<p>Ia mengapresiasi kebebasan berekspresi, namun meminta agar ekspresi tersebut tetap menghargai nilai-nilai kenegaraan.<\/p>\n<p>\u201cKreativitas itu merupakan bentuk kebebasan berekspresi,\u201d tegasnya, seraya mengingatkan bahwa tindakan yang mengganggu kesakralan HUT RI adalah tidak benar. (*)<\/p>\n<p>[edRW]<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2014 Pengibaran bendera One Piece merupakan bentuk kreativitas masyarakat yang tidak berbahaya asal tidak&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-36635","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36635","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=36635"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36635\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":36636,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36635\/revisions\/36636"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=36635"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=36635"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=36635"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=36635"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}